Perluas Akses Pasar, Indonesia-Azerbaijan Percepat MoU Industri

  • 17 Jul 2026 13:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Azerbaijan menyepakati percepatan pembahasan MoU kerja sama industri sebagai tindak lanjut keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 yang dihadiri hampir 900 peserta dari lebih dari 50 negara.
  • Kementerian Perindustrian telah menyampaikan rancangan MoU kepada Pemerintah Azerbaijan melalui jalur diplomatik.
  • Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra strategis karena posisinya sebagai pusat logistik yang menghubungkan Asia dan Eropa, berpotensi memperluas akses produk manufaktur Indonesia ke kawasan Kaukasus, Asia Tengah, dan Eropa Timur.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Azerbaijan sepakat mempercepat pembahasan penyusunan MoU kerja sama industri sebagai tindak lanjut keikutsertaan Indonesia INNOPROM 2026. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekspor manufaktur, menarik investasi, dan memperkuat kemitraan industri di kawasan Eurasia.

"INNOPROM 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis, termasuk dengan Azerbaijan. Kami harap pembahasan MoU ini membuka peluang investasi, memacu alih teknologi, dan menciptakan kerja sama," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perindustrian telah menyampaikan rancangan MoU kepada Pemerintah Azerbaijan melalui jalur diplomatik. Langkah tersebut menjadi dasar untuk memperkuat kemitraan industri kedua negara secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia Jose Antonio Morato Tavares mengatakan Indonesia berharap pembahasan MoU segera ditindaklanjuti. Menurutnya, komunikasi yang telah terjalin baik menjadi modal merealisasikan berbagai peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bilateral.

Indonesia mengusulkan bidang kerja sama, meliputi pertukaran informasi, rantai pasok, alih teknologi, kawasan industri, forum bisnis, peningkatan kapasitas SDM. Pemerintah Indonesia berharap Azerbaijan segera memberikan tanggapan agar finalisasi MoU dan implementasi kerja sama kedua negara segera berlangsung.

Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra strategis karena berkembang sebagai salah satu pusat logistik yang menghubungkan Asia dan Eropa. Jalur tersebut berpotensi memperluas akses produk manufaktur Indonesia ke kawasan Kaukasus, Asia Tengah, Eropa Timur, hingga negara-negara CIS.

Hubungan perdagangan Indonesia dan Azerbaijan terus menunjukkan potensi yang saling melengkapi. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai 155,2 juta dolar AS.

INNOPROM 2026 diikuti hampir 900 peserta dari lebih dari 50 negara. Keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country diharapkan juga menghasilkan berbagai kerja sama teknologi dengan mitra internasional, termasuk Azerbaijan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....