Industri Agro Indonesia Perluas Peluang di Pasar Eurasia lewat INNOPROM 2026

  • 09 Jul 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mengirimkan sembilan pelaku industri agro dan pengolahan pangan ke pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia sebagai strategi memperluas akses pasar dan kemitraan dengan EAEU.
  • Sektor industri agro Indonesia berkontribusi 52,37 persen terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 5,70 persen pada triwulan I 2026 dan menghasilkan ekspor senilai 18,92 miliar dolar AS.
  • Indonesia menawarkan keunggulan komoditas tropis, kapasitas produksi pangan bernilai tambah, dan akses pasar Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan Rusia di kawasan Eurasia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia membawa sembilan pelaku industri agro dan pengolahan pangan ke ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian strategi pemerintah memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kemitraan industri dengan EAEU.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri agro merupakan salah satu sektor strategis menjadi kekuatan manufaktur Indonesia. Menurutnya, sektor tersebut didukung ketersediaan sumber daya alam yang melimpah serta kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah.

"Industri agro merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi kekuatan manufaktur Indonesia. Didukung ketersediaan sumber daya alam yang melimpah serta kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah, kami optimistis sektor ini kompetitif," ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Kamis, 9 Juli 2026.

Kinerja industri agro nasional terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada triwulan I 2026, sektor tersebut berkontribusi 52,37 persen terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan mencapai 5,70 persen.

Selain menjadi kontributor terbesar bagi industri manufaktur, sektor agro juga menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja. Pada triwulan I 2026, ekspor industri agro mencapai 18,92 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan 13,78 miliar dolar AS.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan INNOPROM 2026 menjadi wadah mempertemukan kekuatan industri Indonesia-Rusia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sektor agro dan pengolahan pangan didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi.

"Indonesia memiliki potensi besar pada sektor agro dan pengolahan pangan didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, terus berkembang. Melalui INNOPROM 2026, kami ingin memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan produk industri agro Indonesia kepada mitra di kawasan Eurasia," ujarnya.

Menurut Putu, perpaduan keunggulan Indonesia dan Rusia membuka peluang kolaborasi yang luas. Indonesia menawarkan kekuatan pada komoditas tropis, kapasitas produksi pangan olahan bernilai tambah, serta akses ke pasar Asia Tenggara.

Partisipasi sektor industri agro dan pengolahan pangan pada INNOPROM 2026 menjadi bagian strategi nasional memperluas akses pasar Eurasia. Momentum tersebut diperkuat implementasi I-EAEU FTA yang diharapkan mendorong investasi, kemitraan industri, serta kerja sama perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....