Industri ILMATE Indonesia Perluas Peluang Kerja Sama di Eurasia

  • 09 Jul 2026 20:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mengirimkan 16 pelaku industri ILMATE ke INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, untuk memanfaatkan peluang kerja sama industri di kawasan Eurasia.
  • Sektor ILMATE menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,28 persen pada triwulan I 2026 dengan kontribusi 4,28 persen terhadap PDB nasional dan realisasi investasi Rp90,48 triliun.
  • Partisipasi Indonesia bertujuan membuka peluang kolaborasi teknologi, transfer investasi, pengembangan rantai pasok, dan penguatan manufaktur dengan mitra industri di Eurasia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia membawa 16 pelaku industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) ke ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memanfaatkan peluang kerja sama industri di kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan partisipasi Indonesia tidak hanya untuk mempromosikan produk unggulan. Menurutnya, keikutsertaan tersebut juga membidik kerja sama industri melalui perluasan akses pasar, kolaborasi produksi, dan penguatan rantai pasok.

"Melalui partisipasi tersebut, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan, tetapi juga membidik kerja sama industri yang lebih konkret. Kerja sama melalui perluasan akses pasar, kolaborasi produksi, penguatan rantai pasok dengan Rusia, negara anggota Eurasian Economic Union, BRICS," ujar Agus di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Menperin mengatakan keikutsertaan sektor ILMATE di INNOPROM 2026 menunjukkan kapasitas manufaktur Indonesia semakin berkembang dan berdaya saing global. Menurutnya, Indonesia ingin menunjukkan kepada mitra internasional bahwa Indonesia merupakan mitra industri menghadirkan inovasi, teknologi, produk manufaktur unggul.

"Kami ingin memperlihatkan kepada mitra internasional bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar. Indonesia juga merupakan mitra industri yang mampu menghadirkan inovasi, teknologi, dan produk manufaktur bernilai tambah tinggi," kata Agus.

Kinerja sektor ILMATE menunjukkan pertumbuhan positif triwulan I 2026 sebesar 4,28 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sektor tersebut berkontribusi 4,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan realisasi investasi Rp90,48 triliun.

Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan kehadiran Indonesia pada INNOPROM 2026 membuktikan industri nasional semakin kompetitif. Menurutnya, partisipasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang kolaborasi teknologi, investasi, dan pengembangan rantai pasok.

"Kami berharap kehadiran mereka dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi teknologi dan investasi. Kehadiran tersebut juga diharapkan memperkuat pengembangan rantai pasok bersama mitra industri di kawasan Eurasia," ujarnya.

Pada INNOPROM 2026, sektor ILMATE diwakili 19 perusahaan dan lembaga dari berbagai subsektor industri. Kementerian Perindustrian berharap partisipasi tersebut mendorong investasi, transfer teknologi, pengembangan rantai pasok, serta kerja sama produksi memperkuat manufaktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....