Laporan BPS: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Picu Inflasi Juni 2026
- 01 Jul 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan inflasi pada bulan Juni 2026. Kelompok transportasi menjadi pemicu utama inflasi di bulan Juni
- Pada Juni 2026 terjadi inflasi secara bulanan sebesar 0,44 persen, dan inflasi secara tahunan sebesar 3,4 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 1,79 persen
- Inflasi bulanan pada Juni 2026 pemicu utamanya adalah Kelompok Transportasi. Inflasi kelompok ini tercatat sebesar 2,29 persen dengan andil inflasi 0,28 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan inflasi terjadi pada bulan Juni 2026. Kelompok transportasi menjadi pemicu utama inflasi di bulan ini.
"Pada Juni 2026 terjadi inflasi secara bulanan sebesar 0,44 persen, dan inflasi secara tahunan sebesar 3,4 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 1,79 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam keterangan pers di gedung BPS, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Inflasi bulan Juni 2026, lebih tinggi dari konsensus pasar yang memprakirakan inflasi bulanan sebesar 0,29 persen. Sedangkan inflasi secara tahunan konsensus pasar memprakirakan 3,2 persen.
Menurut Ateng, Inflasi bulanan pada Juni 2026 pemicu utamanya adalah Kelompok Transportasi. Inflasi kelompok ini tercatat sebesar 2,29 persen dengan andil inflasi 0,28 persen.
"Komoditi yang dominan mendorong inflasi di kelompok transportasi adalah bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin. Komoditas bensin memberikan andil inflasi terbesar 0,21 persen, karena kenaikan harga BBM non-subsidi," ucap Ateng.
Pada bulan Juni, terjadi dua kali kenaikan harga BBM Non-subsidi, yaitu pada tanggal 1 dan 10 Juni 2026. Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara disebabkan meningkatnya permintaan pada periode libur sekolah bulan Juni.
"Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau juga memberikan kontribusi besar dalam kenaikan inflasi di bulan Juni. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, dengan andil inflasi 0,06 persen," ujar Ateng.
Komoditi utama penyumbang inflasi adalah bawang merah, bawang putih, beras. Andil inflasi masing-masing komoditi tersebut adalah 0,04 persen, 0,03 persen dan 0,02 persen.
Sementara itu, menurut komponennya, inflasi tertinggi terjadi pada komponen harga diatur pemerintah yang naik menjadi 1,41 persen. Sedangkan inflasi inti tercatat naik menjadi 0,23 persen dibandingkan bulan Mei, inflasi inti turun menjadi 0,14 persen.
BPS juga mencatat, pada Juni 2026 seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di provinsi di Maluku Utara sebesar 2,45 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....