Kementan dan Pelaku Usaha Bergerak Stabilkan Harga Ayam

  • 30 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan mengawal stabilisasi harga ayam broiler melalui penyerapan ayam hidup dan pengendalian produksi DOC
  • Pelaku usaha perunggasan berkomitmen memperbaiki harga ayam di tingkat peternak
  • Pemerintah mengawasi implementasi komitmen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan
  • Industri perunggasan didorong menyesuaikan produksi agar pasar tetap stabil dan berkelanjutan
  • Sejumlah perusahaan mulai menyerap ayam hidup dan mengurangi produksi DOC broiler sejak Juni 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaku usaha perunggasan telah berkomitmen memperbaiki harga ayam broiler di tingkat peternak. Upaya dilakukan melalui penyerapan ayam hidup dan pengendalian produksi bibit ayam pedaging.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Kebijakan ini juga mengawal pelaksanaan surat imbauan stabilisasi harga dan pengendalian produksi DOC final stock broiler.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Hary Suhada mengatakan pemerintah terus mengawal implementasi komitmen pelaku usaha. Tujuannya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar usaha perunggasan tetap berkelanjutan.

"Langkah yang dilakukan pemerintah bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Selain itu, mendorong perbaikan harga livebird di tingkat peternak, serta menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional," kata Hary dalam keterangan pers tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.

Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas Achmad Dawami menilai seluruh pelaku industri perlu bersama-sama menjaga keseimbangan pasar. Menurutnya, perusahaan yang cepat menyesuaikan produksi akan lebih mampu bertahan.

"Pasar pada akhirnya akan menemukan keseimbangannya. Namun perusahaan yang mampu bertahan dan tumbuh adalah mereka yang melakukan penyesuaian lebih awal sebelum keseimbangan itu tercapai," ucap Dawami.

Sementara itu, PT Intertama Trikencana Bersinar menyatakan telah menyerap ayam hidup peternak sejak 10 Juni 2026. Perusahaan juga melakukan afkir dini parent stock dan mengurangi produksi DOC broiler sebagai bagian dari stabilisasi pasar.

"Kami berkomitmen mendukung langkah pemerintah. Perihal ini, dalam menjaga keseimbangan pasar perunggasan," kata perwakilan perusahaan, Sigit Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....