Pesraman Agung Buktikan Konservasi dan Ekonomi Bisa Berjalan Bersama

  • 17 Jun 2026 23:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Program Pesraman Agung menjadi contoh keberhasilan bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan
  • 2. PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Pesraman Agung
  • 3. Melalui Program Pesraman Agung, masyarakat mendapatkan air bersih dan kelestarian hutan terjaga

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Pesraman Agung. Program tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat (CSR) yang dijalankan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTDG) Pesanggaran.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan Program Pesraman Agung sebagai model pemberdayaan berbasis konservasi hutan lindung. Program tersebut mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi secara menyeluruh di kawasan Hutan Bambu Sandan, Bali.

Ia menegaskan Program Pesraman Agung merupakan wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab. Bernadus meyakini keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh untuk kehidupan nyata masyarakat," ujar Bernadus Sudarmanta, dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia mengatakan Program Pesraman Agung menjadi contoh keberhasilan bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Bernadus menjelaskan program tersebut melibatkan 17 pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta.

Dengan adanya keterlibatan dari berbagai unsur maka program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat penjaga hutan di sekitar kawasan. Inovasi teknologi berupa Hybrid Water Pump System dan pompa hidran dalam Program Pesraman Agung memberikan akses bersih bagi masyarakat.

Sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK) menikmati akses air bersih, dan mengairi 86 petak lahan pertanian seluas sekitar 74 hektare dengan irigasi yang memadai. Kemudahan masyarakat mengakses air bersih menjadi salah satu capaian utama terwujudnya akses air yang berkeadilan bagi masyarakat karena sebelumnya masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

Pada aspek lingkungan, Hutan Bambu Sandan yang menjadi lokasi program terbukti berkontribusi dalam penyerapan karbon hingga 42.875,81 ton CO₂. Program ini dengan penanaman dan pengayaan vegetasi melalui ratusan bibit bambu dan pohon buah untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan lindung.

Lebih dari 253 petani turut merasakan manfaat dari program adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim yang dijalankan secara terpadu. Program Pesraman Agung juga mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kerajinan dan anyaman bambu, wisata edukasi, pertanian, serta peternakan.

Pemanfaatan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pellet sampah turut memperkuat prinsip circular economy dalam program ini. Selain itu, program ini secara aktif mendorong pelestarian nilai budaya Bali sekaligus melahirkan kader-kader penggerak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Hingga saat ini, lebih dari 200 orang telah memanfaatkan kawasan Hutan Bambu Sandan sebagai lokasi edukasi, konservasi, dan penelitian. Program Pesraman Agung sebagai model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali.

Melalui Program Pesraman Agung, PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai pelopor transisi energi yang berkelanjutan dan inklusif. Selanjutnya sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG)/Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola dan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....