Luhut Optimistis Implementasi GovTech Tingkatkan Penerimaan Negara
- 10 Jun 2026 06:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, implementasi GovTech akan meningkatkan penerimaan negara
- Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, GovTech akan memperluas jangkauannya hingga ke sektor UMKM
RRI.CO.ID, Jakarta – Implementasi sistem Goverment Technology (GovTech) diyakini dapat meningkatkan penerimaan negara. Demikian disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut dia, potensi itu dapat terealisasikan dengan penerapan sistem satu data yang saling terkoneksi. Bahkan implementasi GovTech, akan diperluas dengan sistem Nasional Single Window (NSW) milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Dari situ juga penerimaan negara akan meningkat cukup signifikan,” ujarnya. Selain itu, lanjut Luhut, ada peluang untuk nantinya menurunkan pajak dan menciptakan lapangan kerja.
Termasuk membuka peluang pembentukan UMKM baru. “Ini karena data GovTech begitu lengkap,” ucapnya.
Luhut menambahkan perluasan cakupan GovTech juga akan menyasar pada 64 juta UMKM yang telah eksis berjalan. “Ini agar mereka ikut bagian yang 0,5 persen bayar pajak,” ujarnya.
Sehingga nantinya rasio pajak pun akan naik dari 9 persen saat ini menjadi 12-13 persen”Pada gilirannya penerimaan negara akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi itu menambahkan pengembangan GovTech dilakukan secara efisien dengan memanfaatkan ekosistem digital yang tersedia. Misalnya PeduliLingkungan, e-Katalog, dan Simbara, serta yang dikembangkan oleh talenta-talenta muda Indonesia.
Sebagai bagian dari implementasi nasional, pemerintah tengah menjalankan proyek percontohan di 42 wilayah provinsi, kabupaten, dan kota. “Kalau ini berhasil, pada Oktober tahun ini akan roll out nasional di 514 kabupaten se-Indonesia,” ujar Luhut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....