Laporkan Capaian GovTech, Ketua DEN: 80 Persen Data Pemerintahan Terkoneksi
- 10 Jun 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, penerapan GovTech telah mencapai 80 persen
- Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, melalui GovTech data kementerian/lembaga terkoneksi
- Penerapan GovTech diungkapkan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, dapat mempercepat pelayanan masyarakat dan pelaksanaan program pemerintah
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan perkembangan teknologi pemerintahan (Government Technology/GovTech), ke Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa saat ini penerapan Govtech tersebut telah mencapai 80 persen.
Luhut menyebut bahwa hal ini merupakan capaian yang baik, dalam menyikapi perkembangan teknologi dalam pelayanan pemerintahan. Dimana ia menjelaskan, penerapan GovTech ini telah mengkoneksikan data antar kementerian/lembaga.
"Tadi kami laporkan mengenai government technology, karena sudah 80% government technology ini terkoneksi. Dan pertama kali juga, delapan kementerian/lembaga sepanjang Republik ini merdeka, datanya jadi satu," kata Luhut dalam konferensi persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia lebih lanjut menuturkan, integrasi data kementerian/lembaga dalam GovTech tersebut, berhasil di capai pada 1 Juni 2026. Ketua DEN itu menyatakan, dengan capaian 80 persen ini, langkah selanjutnya yakni pembersihan data melalui sinkronisasi.
Luhut menyatakan pemanfaatan satu data dalam GovTech ini, tidak terlepas dari penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah, sangat adaptif dalam pemanfaatan teknologi untuk kelancaran pelayanan terhadap masyarakat.
GovTech dengan basis sistem AI ini, akan mempercepat transformasi digital pemerintahan. Dimana hal ini tidak hanya mempercepat layanan publik dan verifikasi bantuan sosial, namun juga untuk pengelolaan program pemerintah.
"Datanya menjadi satu berbasis AI, jadi semua data itu sekarang sudah terkoneksi, dan mulai dibersihkan oleh AI. Kemarin kami beri contoh di DPR, bagaimana face recognition segera bisa menjawab masalah sanggah dalam satu menit," ujar Luhut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....