Kemenperin Siapkan Tiga Strategi Perkuat Keberlangsungan Industri Nasional

  • 08 Jun 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah menyiapkan tiga strategi untuk memperkuat keberlangsungan industri nasional.
  • Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
  • Strategi yang disiapkan meliputi penguatan insentif, pengendalian impor, dan penataan pelabuhan masuk impor.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus mengambil langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga aktivitas produksi, daya saing industri, serta memitigasi risiko yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Menurut Agus, Kementerian Perindustrian bersama kementerian dan lembaga terkait menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat industri manufaktur nasional. Langkah tersebut meliputi penguatan insentif, pengendalian impor, dan penataan pelabuhan masuk impor.

“Pemerintah terus-menerus mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Upaya ini diarahkan untuk memastikan aktivitas produksi bisa tetap berjalan,” ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Agus menjelaskan langkah ketiga yang terus diperjuangkan Kemenperin adalah penataan kembali pelabuhan masuk impor atau entry point bagi barang konsumsi tertentu. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan impor sekaligus memperbaiki tata kelola logistik nasional.

Ia menyebut pelabuhan yang diusulkan menjadi entry point antara lain Sorong, Bitung, dan Kupang. Menurutnya, utilisasi ketiga pelabuhan tersebut masih rendah sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi baru apabila ditetapkan sebagai pintu masuk impor.

“Inisiasi penataan kembali pelabuhan masuk impor atau entry point bagi barang konsumsi tertentu, guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian impor. Sekaligus perbaikan tata kelola logistik nasional dan juga optimalisasi kapasitas pelabuhan-pelabuhan di luar Pulau Jawa,” kata Agus.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay berharap Kementerian Perindustrian menghadirkan inovasi baru dalam menghadapi situasi geopolitik global saat ini. Menurutnya, kondisi global dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sektor industri nasional. Karena itu, Kementerian Perindustrian diharapkan memiliki langkah yang tepat menghadapi tantangan tersebut.

“Kami juga menginginkan agar Kementerian Perindustrian ini ada inovasi-inovasi baru. Untuk bagaimana jangan sampai dengan situasi politik global seperti sekarang, menyebabkan orang yang punya uang malah justru ambil uangnya, beli dolar yang menyebabkan dolarnya jadi langka,” ujar Saleh.

Saleh mengatakan Menteri Perindustrian perlu menjelaskan potret dan arah pengembangan sektor industri nasional ke depan. Penjelasan tersebut diperlukan agar DPR memahami langkah yang akan diambil pemerintah.

Menurutnya, kemajuan sektor industri menjadi salah satu penanda kekuatan sebuah negara. Karena itu, Indonesia perlu terus memperkuat basis ekonominya melalui pengembangan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....