Realisasi Naik, Anggaran Kemenperin Terserap Rp898 Miliar
- 08 Jun 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan realisasi anggaran Kemenperin hingga 5 Juni 2026 mencapai Rp898 miliar.
- Realisasi tersebut setara 42,57 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2,11 triliun.
- Agus menyebut capaian penyerapan anggaran masih berada di atas target yang telah ditetapkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan realisasi anggaran Kementerian Perindustrian hingga Mei 2026 berada di atas target yang telah ditetapkan. Hingga 5 Juni 2026, realisasi anggaran mencapai Rp898 miliar atau 42,57 persen dari total pagu sebesar Rp2,11 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan program kementerian masih berjalan sesuai rencana. Kementerian Perindustrian optimistis target kinerja dan penyerapan anggaran tahun 2026 dapat tercapai.
“Realisasi anggaran sejak awal tahun hingga bulan Mei 2026 secara konsisten berada di atas target yang telah ditetapkan. Sementara itu, sampai dengan 5 Juni 2026, dari total pagu sebesar Rp2,11 triliun, anggaran yang telah direalisasikan Rp898 miliar atau sekitar 42,57 persen,” ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Agus meyakini sinergi yang kuat antara pemerintah dan legislatif menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan industri nasional. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk mencapai target-target pembangunan industri yang telah ditetapkan.
“Kami yakini bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan legislatif. Mska target-target pembangunan industri nasional dapat kita capai bersama,” kata Agus.
Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya ingin mengevaluasi komposisi anggaran Kementerian Perindustrian. Evaluasi dilakukan karena anggaran yang pernah dibahas sebelumnya tidak mengalami kenaikan.
Menurut Saleh, bahkan terdapat anggaran yang justru mengalami penurunan pada tahun berikutnya. Karena itu, Komisi VII DPR RI merasa perlu melakukan pendalaman terhadap persoalan tersebut.
“Kami itu hanya ingin melihat bagaimana komposisi anggaran yang sebetulnya kita sudah lalui dua kali ini sebetulnya. Ternyata yang dulu, yang awal itu saya ingat anggarannya sekian, begitu tahun berikutnya tidak bisa nambah, malah turun,” ujar Saleh.
Saleh mengatakan hasil rapat internal komisi menginginkan evaluasi dilakukan lebih mendalam. DPR ingin mengetahui letak persoalan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program Kementerian Perindustrian.
Ia menyebut Komisi VII juga ingin melihat proporsi anggaran pada setiap direktorat jenderal. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui alokasi yang dinilai paling sesuai bagi masing-masing unit kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....