Stimulus Semester Dua Fokus Jaga Daya Beli

  • 31 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • kebijakan stimulus ekonomi difokuskan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.
  • Stimulus diarahkan bagi program vokasi serta magang guna meningkatkan kapasitas tenaga kerja. Menurutnya, kebijakan tersebut dirancang menciptakan peluang kerja baru sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.
  • Pentingnya komunikasi terpadu antarinstansi agar informasi kebijakan tersampaikan secara utuh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Aditya Laksmana Yuda, memaparkan paket stimulus ekonomi pemerintah semester kedua. Menurutnya, kebijakan tersebut difokuskan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.

“Stimulus ini tidak hanya menyasar transportasi, tetapi juga program vokasi dan magang yang nilainya lebih besar,” tutur Aditya kepada PRO3 RRI.

Aditya menegaskan alokasi terbesar stimulus justru diarahkan bagi program vokasi serta magang guna meningkatkan kapasitas tenaga kerja. Menurutnya, kebijakan tersebut dirancang menciptakan peluang kerja baru sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.

“Untuk transportasi sekitar 1,5 triliun rupiah, sedangkan program magang dan vokasi mencapai sekitar 6,2 triliun rupiah,” paparnya.

Aditya menambahkan pemerintah memanfaatkan momentum libur panjang untuk mendorong konsumsi masyarakat sebagai penggerak ekonomi. Ia meyakini seluruh kementerian dan lembaga terkait turut berperan memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif nasional.

“Perputaran ekonomi saat momentum liburan memberikan dampak berlipat yang mampu mendukung target pertumbuhan pemerintah,” katanya.

Dirinya juga memaparkan tekanan nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan kebijakan. Menurut dia, berbagai langkah fiskal dan stimulus domestik disiapkan guna mengurangi dampak tekanan ekonomi eksternal.

Aditya turut menggarisbawahi pentingnya komunikasi terpadu antarinstansi agar informasi kebijakan tersampaikan secara utuh. Ia berharap masyarakat memperoleh informasi dari sumber terpercaya sehingga disinformasi dapat diminimalkan dan kepercayaan terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....