Pemerintah Gelontorkan Anggaran Triliunan untuk Stimulus Ekonomi Semester II
- 26 Mei 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan paket stimulus untuk semester II 2026, untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap optimal
- Pemerintah menyiapkan diskon transportasi untuk periode liburan sekolah dan Nataru
- Pemerintah melanjutkan Program Magang Nasional. Pelaksanaanya pada Juli 2026 dengan target peserta 150.000 orang
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan paket stimulus untuk semester II 2026, untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap optimal. Serta melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) karena dari evaluasi, kebijakan ini berdampak positif.
“Tadi kita evaluasi terkait WFH, dalam dua bulan terlihat hasilnya cukup baik. Terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, karenanya diputuskan untuk melanjutkan WFH dua bulan ke depan," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kemenko Perekonomian, Selasa, 26 Mei 2026.
Kebijakan lanjutan WFH, sambungnya, akan ditindaklanjuti oleh Kementerian/Lembaga terkait, termasuk untuk sektor swasta. Rakortas hari ini juga membahas prioritas dan refocusing anggaran sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan transformasi budaya kerja.
Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk memberikan insentif perpajakan bagi penulis. Berupa Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen.
Sementara itu untuk paket stimulus, Pemerintah menyiapkan diskon transportasi untuk periode liburan sekolah. Total anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.899.
Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen dari harga tiket. Diskon diberikan untuk periode perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026.
Angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30 persen dari tarif dasar, untuk periode perjalanan 20 Juni–15 Agustus 2026. Angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 20 Juni–5 Juli 2026.
Untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp161,4 miliar. Target penerima manfaat sebanyak 2.874.581 orang.
Transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen periode perjalanan 22 Desember 2026–4 Januari 2027. Angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30 persen dari tarif dasar, periode perjalanan 17 Desember 2026–10 Januari 2027.
Angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 22 Desember 2026–10 Januari 2027. "Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi udara berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP)," ucap Menko Airlangga.
PPN DTP sebesar 100 persen untuk tiket pesawat udara penerbangan domestik kelas ekonomi. PPN DTP diberikan pada periode liburan sekolah dan periode Nataru.
Pada periode liburan sekolah (24 Juni-5 Juli 2026) anggaran untuk PPN DTP diperkirakan sekitar Rp472,7 miliar. Target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang.
Periode Nataru (22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027), anggaran PPN DTP yang disiapkan sekitar Rp722 miliar. Target penerima manfaat mencapai 3,7 juta penumpang.
"Pada periode ini, Pemerintah juga memberikan tambahan komponen diskon. Yaitu PJP2U (Airport Tax) dengan diskon sebesar 50 persen dan PJP4U sebesar 50 persen," ujar Airlangga.
Kebijakan lainnya untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di semester II tahun ini, Pemerintah melanjutkan Program Magang Nasional. Pelaksanaanya pada Juli 2026 dengan target peserta 150.000 orang dengan dukungan anggaran Rp4,14 triliun.
Program vokasi nasional juga disiapkan bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). "Tujuannya untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional, dengan estimasi anggaran sebesar Rp2,12 triliun," kata Menko Airlangga menutup penjelasannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....