Ekspor Nonmigas Triwulan I Positif, Mendag Optimis Perdagangan Nasional Tumbuh
- 26 Mei 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendag Budi Santoso optimistis perdagangan nasional tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi global.
- Ekspor nonmigas Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 0,98 persen dibanding periode sama tahun lalu.
- Kemendag memperkuat pengamanan pasar domestik melalui produk lokal, antidumping, dan safeguard.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis perdagangan Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh di tengah tantangan ekonomi global. Pemerintah menilai kinerja sektor perdagangan nasional masih menunjukkan tren positif pada tahun ini.
Optimisme tersebut didukung pertumbuhan ekspor nonmigas selama triwulan I 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga terus menjalankan sejumlah program prioritas untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah.
“Kalau kita lihat, pertumbuhan ekspor nonmigas kita pada Januari-Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu tumbuh 0,98 persen. Jadi, sebetulnya kita masih (bisa) tetap tumbuh positif,” ujar Budi dalam keterangan yang dikutip RRI, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, Kemendag menjalankan program pengamanan pasar dalam negeri untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik. Pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing barang produksi nasional agar mampu bersaing dengan produk impor.
Selain itu, pemerintah memanfaatkan instrumen perdagangan seperti antidumping dan safeguard untuk melindungi pasar dalam negeri. Menurut Budi, penguatan produk lokal dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
“Kami ingin pasar kita yang besar diisi produk lokal, kuncinya, produk harus berdaya saing. Kalau kita sudah memiliki produk dalam negeri yang bagus, kita tidak perlu impor,” kata Budi.
Kemendag terus memperluas akses pasar ekspor melalui kerja sama perdagangan dengan berbagai negara. Sejumlah perjanjian dagang juga telah memasuki tahap implementasi, ratifikasi, maupun proses perundingan.
Pemerintah turut mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membantu promosi produk nasional. Pendampingan tersebut ditujukan agar pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah menjangkau pasar ekspor.
“Kami ingin agar ekspor tidak hanya dari perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil. Kami tugaskan perwakilan perdagangan RI untuk membantu pelaku usaha kita,” ujar Budi.
Program pendampingan ekspor bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat nilai transaksi yang terus bertumbuh. Kemendag juga mencatat sebagian besar pelaku usaha yang terlibat merupakan eksportir baru.
Pemerintah turut memetakan ribuan desa berpotensi ekspor untuk diperkuat melalui pengembangan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk daerah.
Kemendag juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan wirausaha muda. Selain itu, kolaborasi dengan asosiasi usaha dan ritel modern dilakukan guna memperluas akses pemasaran produk lokal.
Trade Expo Indonesia kembali dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk Indonesia kepada pembeli internasional. Pemerintah juga memperkenalkan program promosi kuliner dan rempah Indonesia untuk memperluas pasar produk nasional di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....