BSI Targetkan Penyaluran FLPP 5.540 Unit Rumah Sepanjang 2026
- 22 Mei 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BSI menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 5.540 unit rumah sepanjang tahun 2026
- Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran FLPP BSI telah mencapai 1.250 unit rumah
- BSI menargetkan penyaluran KPP sebesar Rp1,2 triliun untuk mendukung pembiayaan UMKM sektor perumahan
RRI.CO.ID, Jakarta – Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 5.540 unit rumah sepanjang tahun 2026. Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BSI tercatat telah mencapai 1.250 unit rumah.
Anggoro mengatakan BSI akan terus mengejar target penyaluran FLPP hingga akhir tahun 2026. Menurutnya, BSI selama ini terus berupaya memberikan dukungan terbaik terhadap program perumahan pemerintah.
“Saat ini sampai dengan bulan Maret itu 1.250 unit, kita tentu akan kejar untuk sampai 5.540 unit. Tentu saja kami di BSI selama ini spiritnya adalah melakukan yang terbaik,” kata Anggoro saat konferensi pers di Kantor BSI Pusat, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain FLPP, BSI juga menargetkan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp1,2 triliun sepanjang tahun 2026. Program tersebut ditujukan mendukung pembiayaan sektor perumahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anggoro mengatakan fasilitas pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk berbagai kebutuhan usaha. “Jadi ini fasilitas untuk pelaku UMKM, apakah dia untuk renovasi rumah, beli rumah, atau ruko yang bisa untuk usaha,” ucapnya.
Menurut Anggoro, pembiayaan tersebut menjadi bagian dukungan BSI terhadap pengembangan sektor usaha masyarakat. Program itu juga ditujukan memperluas akses pembiayaan perumahan berbasis syariah bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut penyaluran KPP BSI menunjukkan progres positif terhadap program perumahan rakyat pemerintah. Hingga 21 Mei 2026, lanjutnya, realisasi penyaluran KPP atau KUR Perumahan oleh BSI tercatat mencapai Rp844 miliar atau 67 persen dari target tahun ini.
“Saya mendapatkan data dari Dirjen Sri sebagai penanggung jawab, bahwa targetnya tahun ini Rp1,2 triliun. Per hari ini sudah 67 persen atau Rp844 miliar,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang akrab disapa Ara itu.
Menteri Ara mengatakan KUR Perumahan menjadi salah satu instrumen penting mendukung program tiga juta rumah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut juga memberikan subsidi bunga bagi pelaku UMKM sektor perumahan.
“UMKM yang modalnya maksimal Rp10 miliar dan omsetnya maksimal Rp50 miliar, itu disubsidi bunganya. Kalau biasa pinjam 11 persen jadi 6 persen dan bisa sampai Rp20 miliar,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....