Kementerian Perdagangan Dorong Ekspansi Produk Furnitur Nasional ke Pasar Eropa
- 12 Mei 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendag mendorong ekspansi furnitur nasional ke pasar Eropa melalui kegiatan pascapameran di Milan.
- Produk furnitur Indonesia menonjolkan inovasi dan keberlanjutan dengan material rotan serta biomaterial limbah kopi.
- Pelaku industri Indonesia dan Italia membuka peluang kolaborasi kreatif melalui sesi diskusi Beyond Making.
RRI.CO.ID, Milan - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyatakan kegiatan pascapameran mendukung promosi furnitur nasional ke pasar Eropa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga momentum bisnis dan mendorong realisasi transaksi ekspor.
Post-event di Milan menampilkan kembali produk furnitur Indonesia yang sebelumnya dipamerkan pada Salone del Mobile 2026. Sejumlah karya mengangkat material rotan hingga biomaterial berbasis limbah kopi.
“Kegiatan post-event difokuskan untuk menjaga momentum bisnis pascapameran sekaligus mendorong realisasi transaksi ekspor. Kami ingin memastikan ketertarikan para buyer selama pameran dapat segera berlanjut menjadi transaksi ekspor berkelanjutan,” ujar Puntodewi dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan menampilkan kembali produk furnitur hasil kurasi pada kegiatan pascapameran. Kepala ITPC Milan Seno Pratomo mengatakan produk furnitur Indonesia memiliki daya saing pada pasar internasional.
Produk furnitur yang ditampilkan menggunakan berbagai material, termasuk rotan dan biomaterial berbasis limbah kopi. Seno mengatakan konsep tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pada industri furnitur.
“Kami ingin menunjukkan kembali bahwa produk furnitur Indonesia tidak hanya kompetitif secara estetika. Tetapi juga mengusung nilai inovasi dan keberlanjutan yang sangat relevan dengan tren global,” ucap Seno.
Tiga jenama yang tampil pada kegiatan tersebut meliputi Vivere, Bika Living x DuAnyam, dan Box Living. Koleksi yang dipamerkan menggunakan material rotan hingga biomaterial berbasis limbah kopi.
Sesi diskusi bertajuk Beyond Making membahas proses kreatif di balik produk furnitur Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti pelaku industri kreatif yang hadir pada post-event di Milan.
Manajer Komunikasi Pemasaran Indonesia Design District (IDD) Adityo Ramadhan menilai sesi diskusi tersebut menjadi ruang presentasi bagi furnitur Indonesia. Kegiatan tersebut juga mendukung kolaborasi kreatif antara Indonesia dan Italia.
“Acara ini merupakan ruang representatif untuk mempromosikan jenama lokal di Italia. Sekaligus memperkuat kolaborasi kreatif lintas sektor antara produsen dan desainer kedua negara,” ujar Adityo.
Perancang dari Domisilium Studio Santi Alaysius mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pascapameran tersebut. Menurutnya, sesi diskusi membuka peluang kolaborasi antarpelaku industri kreatif.
“Selain itu, sesi diskusi dalam kegiatan ini berlangsung komunikatif. Dan membuka peluang kolaborasi baru,” ujar Santi.
Perwakilan Bonacina Italia Gregorio Magazzi menyampaikan apresiasi terhadap material produk furnitur Indonesia. Ia juga menilai terdapat peluang kolaborasi antara perusahaan Italia dan desainer Indonesia.
“Menurut saya, ini menjadi potensi kolaborasi antara perusahaan, seniman, dan desainer Indonesia. Mereka memiliki kreativitas luar biasa,” ujar Gregorio.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....