Kriya Lokal Mendunia, Produk Binaan BPIFK Raih Penghargaan di Hong Kong
- 08 Mei 2026 11:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian melalui BPIFK memfasilitasi IKM kerajinan alumni program Creative Business Incubator untuk menembus pasar global melalui pameran internasional Home InStyle 2026 di Hong Kong.
- Produk kriya asal Banten, Koto Batu, berhasil meraih penghargaan bergengsi Best of Show Award melalui karya desain "Felora" yang memikat juri pada kompetisi tingkat internasional.
- Penggunaan sistem pameran hibrida yang mengintegrasikan kegiatan luring dan daring diharapkan mampu memperkuat pemasaran serta efisiensi komunikasi bisnis antara pelaku usaha lokal dengan mitra asing.
RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) memacu Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan menembus pasar global. Salah satu pelaku usaha binaan bahkan berhasil meraih penghargaan internasional bergengsi melalui ajang pameran di Hong Kong.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa produk kerajinan nasional memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Agus menyebut inovasi tersebut menjadi modal utama bagi pengusaha lokal untuk bersaing pada kancah perdagangan dunia.
Agus menjelaskan bahwa pemerintah terus mendukung pengembangan kapasitas dan promosi bagi para pelaku usaha. Peningkatan nilai fungsi produk harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen internasional agar tetap memiliki daya saing kuat.
“Produk kerajinan nasional yang mengedepankan kreativitas dan inovasi memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Karena itu, Kemenperin terus mendukung pengembangan kapasitas dan promosi IKM agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Keikutsertaan dalam ajang global dinilai mampu memperkaya wawasan serta memperluas jejaring kemitraan bagi para pengusaha. Para pelaku industri diharapkan dapat semakin adaptif terhadap perkembangan tren gaya hidup masyarakat dunia yang dinamis.
Menteri Perindustrian mengapresiasi semangat pengusaha yang berupaya meningkatkan kualitas ekspor melalui pameran luar negeri. Partisipasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya seni kriya kontemporer.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Reni Yanita memaparkan keterlibatan tiga unit usaha alumni inkubator. Reni menyebut pameran internasional ini menjadi sarana penting untuk memantau perkembangan inovasi desain kreatif dunia.
“Pada ajang Home InStyle 2026, Ditjen IKMA melalui BPIFK membawa tiga IKM alumni program Creative Business Incubator (CBI). Tiga IKM tersebut yakni Manamu dari Bali, Kampoeng Anyaman dari Jawa Tengah, dan Koto Batu dari Banten,” ujar Reni.
Salah satu peserta binaan yaitu Koto Batu sukses membawa pulang penghargaan prestisius bertajuk Best of Show Award. Karya desain bernama Felora tersebut berhasil memikat juri pada kompetisi desain produk tingkat Eropa di Hong Kong.
Reni menegaskan bahwa penghargaan dunia tersebut menjadi bukti nyata terhadap kualitas estetika produk asal Indonesia. Inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa kini telah mendapatkan pengakuan resmi secara luas di tingkat internasional.
Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan penggunaan sistem hibrida pada pameran tersebut. Dickie menyebut integrasi kegiatan luring dan daring membuka peluang interaksi bisnis yang jauh lebih efisien.
Platform digital memfasilitasi para peserta untuk melanjutkan komunikasi bisnis serta menjajaki kerja sama dengan mitra asing. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam memperkuat pemasaran produk fesyen serta kriya.
Dickie berharap posisi produk kriya tanah air semakin kokoh di pasar internasional setelah mengikuti ajang ini. Penguatan jejaring global tersebut dipercaya mampu mendorong peningkatan kontribusi ekonomi nasional melalui sektor industri kreatif.
“Melalui platform digital yang tersedia, peserta dapat melanjutkan komunikasi bisnis, menjajaki peluang kerja sama. Serta mengakses informasi produk secara lebih luas dan efisien,” kata Dickie.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....