Impor Seluruh Golongan Barang Turun, Mendag Sebut Faktor Libur Idulfitri
- 06 Mei 2026 10:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendag menyebut impor seluruh golongan barang turun akibat faktor musiman libur Idulfitri.
- Nilai impor Maret 2026 turun 8,08 persen menjadi 19,21 miliar dolar AS.
- Tekanan geopolitik dan pelemahan permintaan domestik turut memengaruhi kinerja impor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan seluruh golongan impor barang mengalami penurunan. Budi menyebut pelemahan ini dipengaruhi oleh faktor musiman libur panjang hari raya Idulfitri.
Nilai impor Indonesia pada Maret 2026 tercatat berada pada angka 19,21 miliar dolar Amerika Serikat. Capaian tersebut menunjukkan adanya kontraksi sebesar 8,08 persen dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya.
Impor barang modal tercatat mengalami penurunan terdalam hingga mencapai angka 15,75 persen. Kelompok barang konsumsi serta bahan baku juga mengalami pelemahan permintaan pada periode tersebut.
“Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman libur panjang Idulfitri. Selain itu, penurunan ini juga dipengaruhi oleh tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta pelemahan permintaan domestik,” ujar Budi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Secara kumulatif, total impor nasional sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 61,30 miliar dolar. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kenaikan impor sektor nonmigas sebesar 12,16 persen.
Data berdasarkan golongan penggunaan barang menunjukkan komponen barang modal tumbuh sebesar 24,02 persen. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap komoditas strategis seperti telepon pintar, pesawat terbang serta komputer.
Komoditas kendaraan udara beserta bagiannya mencatatkan lonjakan impor paling tinggi sebesar 546,55 persen. Selain itu, produk garam dan semen juga mengalami pertumbuhan permintaan yang cukup signifikan.
Bijih logam serta logam mulia turut menyumbang kenaikan pada daftar belanja luar negeri Indonesia. Berbagai produk kimia pun tercatat tumbuh sebesar 36,31 persen sepanjang tiga bulan pertama.
Pemasokan barang nonmigas ke Indonesia saat ini masih didominasi oleh negara asal Tiongkok. Australia dan Jepang juga menjadi mitra utama dengan kontribusi gabungan mencapai 52,97 persen.
Meksiko tercatat sebagai negara nontradisional dengan tingkat pertumbuhan impor tertinggi mencapai 383,37 persen. Negara Spanyol serta Oman turut menunjukkan diversifikasi sumber pasokan yang semakin beragam.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menjaga momentum kinerja perdagangan luar negeri secara stabil. Budi menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan sektor domestik guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
“Kami akan terus memperluas pasar dengan tetap menjaga stabilitas industri dalam negeri. Serta memastikan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global,” kata Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....