Langkah Satgas Pemerintah untuk Pastikan Ketahanan Ekonomi dan Energi Terjaga
- 03 Mei 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi memastikan ketahanan ekonomi terjaga di tengah tingginya tekanan global. Fokusnya dalam jangka pendek adalah ketahanan energi nasional
- Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Karena ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia relatif kecil sebesar 20 persen,
- Stabilitas pasokan gas dan pupuk juga dipastikan aman, karena Indonesia masih mencatatkan surplus produksi pupuk
RRI.CO.ID, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi memastikan ketahanan ekonomi terjaga di tengah tingginya tekanan global. Fokusnya dalam jangka pendek adalah ketahanan energi nasional di tengah tekanan harga energi global.
“Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Karena ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia relatif kecil sebesar 20 persen,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga menjadi ketua Satgas dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu, 2 Mei 2026. Selain itu, stabilitas pasokan gas dan pupuk juga dipastikan aman, karena Indonesia masih mencatatkan surplus produksi pupuk.
Persoalannya, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada harga platik dan kemasan di Indonesia. Pabrik refinery di Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan packaging karena kesulitan mendapatkan nafta sebagai bahan bakunya.
Sehingga dalam jangka pendek diputuskan untuk mensubstitusi nafta dengan LPG. Untuk itu pemerintah mengenaikan tarif bea masuk LPG yang semula 5 persen, menjadi 0 persen untuk industri.
“Pemerintah juga mempercepat proses perizinan melalui penyederhanaan mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek) . Termasuk proses perizinan sektor konstruksi dan usaha guna mendukung UMKM dan pelaksanaan program prioritas pemerintah,” ujar Menko Airlangga.
Langkah lainnya yang akan dilakukan Satgas adalah menyelesaikan perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). Dengan cakupan 27 negara dan total pasar senilai USD21 triliun, kerja sama tersebut membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga terus dilakukan, salah satunya KEK Financial Center. KEK ini dapat menjadi alternatif destinasi investasi global di tengah dinamika perekonomian global.
“Pemerintah juga mendorong peningkatan investasi data center seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligent (AI). Indonesia bisa menjadi lokasi potensial bagi pengembangan pusat data berskala besar yang mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun regional,” ucap Menko Airlangga.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong peran aktif sektor swasta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai stimulus bagi dunia usaha diberikan untuk berbagai proyek strategis nasional dan untuk meningkatkan komitmen investasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....