Gubernur BI Yakinkan Investor Singapura Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat
- 02 Mei 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tingkat inflasi tahun 2026 akan dikendalikan di kisaran sasaran 2,5+/-1 persen dan pertumbuhan ekonomi antara 4,9–5,7 persen
- Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo melakukan pertemuan dengan sejumlah investor di Singapura pada pekan ini
- Pertemuan dilakukan untuk memberikan informasi yang solid mengenai fundamental dan proyeksi ekonomi Indonesia ke depan
RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo melakukan pertemuan dengan sejumlah investor di Singapura pada pekan ini. Pertemuan dilakukan untuk memberikan informasi yang solid mengenai fundamental dan proyeksi ekonomi Indonesia ke depan.
“Sehingga memperkuat keyakinan investor terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, untuk mendorong arus masuk modal asing ke Indonesia,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso seperti dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut Ramdan, isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah ketidakpastian global yang disebabkan oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah. BI melihat faktor tersebut menjadi risiko utama yang akan diantisipasi.
“Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, BI menyesuaikan struktur suku bunga pasar (term structure). Yaitu dengan menaikkan yield (imbal hasil) instrumen seperti SRBI,” ujarnya.
Strategi itu dilakukan untuk menjaga daya tarik ases dometik dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. BI saat ini juga mengimplementasikan integrated monetary policy mix yang terdiri dari tiga pilar utama.
Pertama, kebijakan suku bunga untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam target. Kedua, stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing.
“Intervensi pasar dilakukan untuk menjaga stabilitas eksternal. Juga untuk mencegah pelemahan rupiah merambat ke kenaikan harga,” ujar Ramdan Denny.
Ketiga, pengelolaan likuiditas domestik untuk memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan. Ketiga instrumen mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global.
Pada para investor, tambah Denny, Gubernur BI menjelaskan adanya kordinasi yang era tantara fiskal dan moneter. Sehingga tingkat inflasi tahun 2026 akan dikendalikan di kisaran sasaran 2,5+/-1 persen dan pertumbuhan ekonomi antara 4,9–5,7 persen.
BI juga menerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas. Kebijakan itu disertai dengan upaya mempercepat penurunan suku bunga kredit.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan keyakinannya pada para investor di Singapura bahwa Indonesia mampu menghadapi tekanan global. Prioritas utama adalah menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....