Kolaborasi dengan Kadin, Mendag Fokus Perkuat Perdagangan Nasional dan Ekspor
- 01 Mei 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Budi Santoso mendorong sinergi strategis antara Kemendag dan Kadin Indonesia untuk memperkuat perdagangan.
- Fokus kebijakan mencakup pengamanan pasar domestik, ekspansi ekspor, serta peningkatan daya saing produk lokal.
- Program UMKM BISA Ekspor mencatat transaksi 134,8 juta dolar AS pada 2025 dengan dominasi eksportir baru.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong penguatan kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Budi menyebut sinergi tersebut bertujuan memperkuat pasar dalam negeri serta memperluas penetrasi ekspor ke pasar global.
Budi menegaskan bahwa Indonesia harus menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan daya saing produk lokal. Menurut Budi, dukungan penuh dunia usaha menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika serta tantangan global saat ini.
“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor. Dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Budi di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Kadin merupakan mitra strategis pemerintah untuk menjembatani kepentingan para pelaku usaha. Kerja sama ini memastikan berbagai program kementerian dapat terimplementasi secara efektif bagi dunia usaha.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini fokus menjalankan tiga program utama guna mendukung perekonomian nasional. Program tersebut meliputi pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta gerakan dari lokal untuk global.
Pengamanan pasar domestik dilakukan kementerian melalui peningkatan penggunaan produk lokal serta penerapan instrumen perdagangan internasional. Instrumen tersebut berupa trade remedies yang mencakup aturan antidumping serta kebijakan safeguard secara ketat.
Produk dalam negeri kini mendominasi sektor ritel modern dengan angka sekitar 80 persen di lapangan. Budi berujar capaian tersebut membuktikan keberhasilan penetrasi produk lokal yang didukung oleh asosiasi pelaku usaha nasional.
“Saat ini, berdasarkan pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen produk yang beredar di ritel modern merupakan produk dalam negeri. Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama Kemendag dengan asosiasi pelaku usaha,” kata Budi.
Program Usaha Mikro Kecil, Menengah Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) telah memfasilitasi banyak pelaku. Program ini sukses mencatatkan nilai transaksi mencapai 134,8 juta Dolar Amerika Serikat pada 2025.
Nilai perdagangan tersebut setara dengan Rp2,6 triliun dan didominasi oleh sekitar 70 persen eksportir baru. Budi meyakini kolaborasi pemerintah dan dunia usaha mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan dunia.
“Diharapkan kolaborasi antara Kemendag dan Kadin, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat terus diperkuat dan ditingkatkan. Masih banyak ruang sinergi yang bisa kita dorong bersama agar sektor perdagangan semakin maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ucap Budi.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menyatakan dunia usaha berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan. Anindya menilai strategi efisiensi harus dilakukan agar ekspansi bisnis tetap berjalan melalui dukungan kebijakan pemerintah.
Pemerintah perlu memberikan ruang napas bagi pelaku usaha melalui penyederhanaan regulasi serta penguatan akses investasi. Anindya menambahkan bahwa sinergi menjadi kunci utama untuk memanfaatkan peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global.
“Di tengah tekanan ekonomi dan global, dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi. Dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujar Anindya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....