Presiden Prabowo–Luhut Bahas Ekonomi, Siapkan Strategi Jaga Stabilitas

  • 21 Apr 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1, Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ekonomi nasional Indonesia masih terjaga
  • 2. Pemerintah antisipatif imbas tekanan ekonomi global karena perang di Timur Tengah
  • 3. Indonesia akan memperkuat digitalisasi pemerintahan (govtech)
  • 4. Pembentukan ndonesia Financial Center dipercepat

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Selasa, 21 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden dan Luhut membahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global.

Seperti diunggah dalam Instagram akun resmi @sekretariatkabinet, disebutkan ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Langkah antisipatif pemerintah, juga untuk merespon dampak konflik global imbas perang di Timur Tengah. Ketua DEN Luhut mengatakan sejumlah skenario kebijakan dipersiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Serta memastikan APBN tetap terkendali. Termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” kata Luhut, seperti ditulis dalam keterangan resmi tersebut.

Disebutkan digitalisasi bantuan sosial tengah diuji coba di Banyuwangi, Jawa Timur. Selanjutnya akan diperluas ke-42 kabupaten/kota sehingga dapat meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (Bansos).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden dan Luhut menegaskan pemerintah akan melihat peluang untuk menarik arus modal terutama dari Timur Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center yang diharapkan dapat memperkuat daya tarik investasi nasional.

“Selain fokus pada stabilitas domestik, pemerintah juga terus memanfaatkan peluang di tengah dinamika global . Pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center,” kata Seskab Teddy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....