Krusial Bagi Biaya Kemasan, Mendag Harap Harga Plastik Turun

  • 17 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Budi Santoso berharap harga plastik segera turun karena berdampak langsung pada biaya kemasan produk.
  • Kenaikan harga dipicu gangguan pasokan nafta akibat konflik global, sementara industri mulai mencari sumber alternatif.
  • Pemerintah menjajaki LPG sebagai substitusi bahan baku dan berharap krisis geopolitik segera mereda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengharapkan penurunan harga plastik dapat segera terjadi di pasar nasional. Ia menilai, stabilitas harga bahan baku tersebut sangat krusial karena berdampak langsung pada biaya kemasan berbagai produk.

Budi menjelaskan, gangguan rantai pasokan bahan baku nafta dari kawasan Asia Barat menjadi penyebab utama kenaikan harga plastik. “Mudah-mudahan plastik juga segera turun karena nanti bisa dampaknya ke yang lain, banyak produk yang dibungkus plastik,” kata Budi saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ia menyampaikan, pelaku industri nasional saat ini mulai mendapatkan kepastian pasokan dari negara-negara mitra alternatif. Menurutnya, para pengusaha mendatangkan bahan baku dari wilayah India, Afrika, hingga Amerika Serikat (AS) untuk menjaga roda produksi.

Budi menegaskan, proses pengiriman bahan baku pengganti tersebut saat ini sedang berjalan menuju pelabuhan di Indonesia. “Memang, memang masih dalam perjalanan,” ujar Budi.

Pemerintah juga berupaya mencari solusi jangka panjang dengan menjajaki Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai pengganti nafta. Termasuk melakukan koordinasi intensif dengan negara-negara di kawasan Eurasia guna mengamankan sumber bahan baku industri petrokimia.

Budi berharap krisis geopolitik global yang mengganggu jalur logistik internasional ini dapat segera menemukan titik temu perdamaian. “Ya kita sudah coba melakukan pendekatan, mudah-mudahan segera selesailah krisis ini ya,” ucap Budi.

Iq mengakui bahwa mahalnya harga plastik menjadi pemicu fluktuasi harga komoditas pangan seperti minyak goreng. “Ya ada sedikit juga yang naik karena kan imbas dari, mereka kemasannya plastik semua,” ucap Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....