Menperin: Industri TPT Nasional Masih Menjadi Sektor Sunrise
- 15 Apr 2026 16:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri TPT nasional masih menjadi sektor sunrise di tengah ketidakpastian global.
- Pertumbuhan industri pengolahan mencapai 5,30 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
- Sektor tekstil mencatat investasi Rp20,23 triliun serta menyumbang surplus ekspor 3,45 miliar dolar AS.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan optimisme terhadap masa depan industri tekstil nasional. Sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) diyakini tetap menjadi industri andalan di tengah dinamika ekonomi global.
Agus menyampaikan bahwa pertumbuhan industri pengolahan telah berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Capaian positif ini menjadi modal kuat bagi para pelaku usaha untuk terus melakukan ekspansi bisnis.
“Sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Menperin menjelaskan bahwa kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia masih tetap terjaga baik. Hal tersebut terbukti dari realisasi investasi pada sektor tekstil yang mencapai angka 20,23 triliun rupiah.
Agus menilai ketangguhan industri dalam negeri sangat mumpuni menghadapi ketidakpastian kondisi geopolitik dunia. Penyerapan tenaga kerja pada sektor ini juga berkontribusi besar terhadap penguatan struktur ekonomi nasional.
“Dari kinerja tersebut, industri TPT mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini,” kata Agus.
Menperin terus memantau pergerakan pasar mancanegara guna merumuskan kebijakan perlindungan industri yang lebih tepat. Pemerintah berkomitmen menjaga akses pasar domestik dari gempuran produk impor melalui berbagai instrumen kebijakan strategis.
Langkah antisipatif sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan struktur rantai pasok global yang terjadi belakangan ini. Agus mengajak seluruh mitra dagang untuk tetap menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan bagi industri.
“Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional dan perubahan struktur rantai pasok. Pemerintah juga memantau kebijakan negara-negara mitra dagang,” ujar Agus.
Menperin menyebut pameran internasional merupakan wadah penting untuk menunjukkan kekuatan inovasi tekstil tanah air. Ajang tersebut menjadi platform efektif bagi pengusaha lokal untuk mendapatkan akses teknologi industri 4.0 terbaru.
Pemerintah memandang kolaborasi antara penyedia teknologi dan produsen tekstil sebagai langkah kemajuan yang sangat positif. Menperin ingin membangun citra positif bahwa industri pakaian jadi Indonesia sangat kompetitif di dunia.
“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi yang dalam pandangan pemerintah merupakan hal positif. Pameran ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun global, sebagai platform yang menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor sunrise,” ujar Agus.
Menperin memprediksi bahwa hambatan perdagangan dan fluktuasi pasar dunia tidak akan berlangsung dalam waktu lama. Pelaku industri yang memiliki daya tahan tinggi akan lebih mudah meraih peluang saat ekonomi kembali stabil.
“Kami meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal,” ucap Agus.
Industri tekstil nasional tercatat menyumbang surplus perdagangan sebesar 3,45 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu. Sektor strategis ini terus menjadi tulang punggung ekspor manufaktur dengan menyerap hampir empat juta tenaga kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....