Antisipasi Krisis Global, Dewan Ekonomi Rakyat Perkenalkan DERNOMICS

  • 09 Apr 2026 00:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketegangan geopolitik global akibat konflik antara Iran dan Israel telah menimbulkan guncangan serius terhadap stabilitas ekonomi dunia. Lonjakan harga energi, gangguan jalur logistik internasional, serta ketidakpastian pasar global berpotensi memicu krisis ekonomi baru yang berdampak langsung pada berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dewan Ekonomi Rakyat (DER) menilai kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap sistem ekonomi global yang tidak stabil dapat menjadi ancaman bagi ketahanan ekonomi nasional. DER menekankan pentingnya membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional berbasis kekuatan rakyat.

"Krisis global akibat konflik geopolitik dunia harus menjadi pelajaran penting bahwa bangsa Indonesia tidak boleh bergantung pada sistem ekonomi global semata. Indonesia harus membangun kekuatan ekonominya sendiri melalui sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat," kata Ketua Umum DPN Dewan Ekonomi Rakyat A. Edi Wahyudi Y, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 9 April 2026.

Sebagai solusi strategis untuk menghadapi krisis global, Dewan Ekonomi Rakyat memperkenalkan DERNOMICS. Yaitu, Sistem Ekonomi Rakyat yang mengintegrasikan kekuatan negara dan rakyat dalam membangun ekonomi nasional yang kuat, mandiri, dan berkeadilan.

Menurut Edi Wahyudi, DERNOMICS dirancang untuk menciptakan dua tujuan utama pembangunan ekonomi nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta pemerataan kesejahteraan rakyat

Melalui pendekatan ini, rakyat tidak hanya menjadi konsumen dalam sistem ekonomi, tetapi menjadi pemilik, produsen, dan penggerak utama ekonomi nasional.

Industrialisasi Rakyat Terpadu

Salah satu program utama dalam DERNOMICS adalah pembangunan Industri Rakyat Terpadu, yaitu sistem industri nasional yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir berbasis kekuatan rakyat. Industri ini akan memperkuat sektor strategis nasional seperti: pangan, energi, manufaktur rakyat, logistik nasional, dan industri berbasis sumber daya lokal.

"Dengan model ini, ekonomi nasional tidak lagi bergantung pada impor dan fluktuasi pasar global," ucapnya.

BUMDER: Model Ekonomi Baru Dunia

Sebagai instrumen utama pelaksanaan DERNOMICS, Dewan Ekonomi Rakyat membangun BUMDER (Badan Usaha Milik Dewan Ekonomi Rakyat) yang berbadan hukum Koperasi Rakyat Modern.

Model ini merupakan inovasi ekonomi yang memadukan: kekuatan kapital (investasi dan industri), kekuatan sosial (kepemilikan rakyat), serta kekuatan negara (kebijakan strategis nasional).

"BUMDER akan menjadi model industri rakyat pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan investasi rakyat dalam satu sistem ekonomi terpadu," ujar Edi menjelaskan.

Investasi Rakyat Rp2.178 Triliun

Guna mewujudkan transformasi ekonomi nasional, Dewan Ekonomi Rakyat telah menyiapkan program investasi rakyat tahap pertama sebesar Rp2.178 triliun yang akan diarahkan pada pembangunan sektor strategis nasional, di antaranya: industri pangan nasional, energi rakyat, infrastruktur ekonomi rakyat, kawasan industri rakyat, dan sistem logistik nasional. Investasi ini bertujuan membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dan berdaulat.

Dewan Ekonomi Rakyat meyakini bahwa melalui implementasi DERNOMICS, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan pangan dunia serta pusat ekonomi rakyat global. Dengan kekuatan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta semangat gotong-royong yang menjadi karakter bangsa, Indonesia dapat membangun sistem ekonomi yang tidak hanya kuat, tetapi juga adil dan berkelanjutan.

"Dewan Ekonomi Rakyat mengajak seluruh elemen bangsa - pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat - untuk bersama-sama membangun kedaulatan ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Edi Wahyudi menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....