Sektor Dagang Positif, Mendag Sebut Harga Bapok Melandai Pasca-Lebaran 2026

  • 02 Apr 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga bahan pokok cenderung melandai pasca-Lebaran 2026, menunjukkan stabilitas sektor perdagangan.
  • Sejumlah komoditas seperti cabai dan minyak goreng mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
  • Pemerintah optimistis inflasi tetap terkendali, didukung daya beli dan transaksi masyarakat yang meningkat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai sektor perdagangan menunjukkan tren positif pada evaluasi pasca-Lebaran 2026. Ia menegaskan stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjadi bukti efektivitas kebijakan pengendalian pasar yang dilakukan pemerintah.

Budi menjelaskan bahwa evaluasi harga pangan pada periode Maret 2026 menunjukkan angka lebih rendah dari tahun sebelumnya. Ia mencatat pola pergerakan harga harian berlangsung normal tanpa adanya gejolak yang memberatkan masyarakat.

“Dibandingkan Ramadan-Idulfitri 2025, harga bapok periode tahun ini cenderung turun untuk beras, gula pasir, MINYAKITA, bawang merah, cabai, dan bawang putih. Pola pergerakan harga harian juga menunjukkan dinamika normal dan wajar, yaitu kenaikan bertahap menjelang Idulfitri dan normalisasi setelahnya,” ujar Budi di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Budi memaparkan harga beras medium nasional saat ini berada pada posisi Rp13.681 per kilogram. Ia menyebutkan angka tersebut mengalami penyusutan sebesar 0,19 persen jika dibandingkan dengan periode Maret 2025.

Budi merinci penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah keriting sebesar 16,27 persen. Ia juga mencatat harga minyak goreng curah turun menjadi 15.890 rupiah atau melandai 7,89 persen.

“Dengan kondisi harga yang lebih stabil serta dukungan kebijakan pengendalian yang efektif, pemerintah optimis inflasi Maret 2026 tetap terjaga. Inflasi diperkirakan berada dalam kisaran yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Budi.

Budi menyatakan optimisme bahwa tingkat inflasi pada periode Maret 2026 ini akan tetap terjaga sangat terkendali. Ia menilai kestabilan harga pangan menjadi motor utama dalam menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

Budi menyebutkan Indeks Keyakinan Konsumen pada Februari 2026 bertahan pada level optimis di angka 125,2. Ia melihat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi saat ini terus menguat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang tercatat sebesar 115,9. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis sebesar 134,4,” kata Budi.

Budi mengungkapkan capaian transaksi program belanja Friday Mubarak telah menembus angka 126,02 triliun rupiah. Ia memproyeksikan nilai transaksi tersebut akan terus tumbuh hingga mencapai 8,5 persen di atas target.

Budi mengatakan transaksi program Belanja di Indonesia Aja Lebaran 2026 juga berhasil menyentuh 54,9 triliun rupiah. Ia menilai sinergi dengan asosiasi peritel sukses mendorong antusiasme belanja masyarakat selama masa libur panjang.

Budi menjelaskan bahwa sektor niaga elektronik turut menyumbang transaksi sebesar 96,7 triliun rupiah pada Februari lalu. Ia menyebutkan produk busana muslim serta makanan minuman menjadi kategori paling laris di pasar digital.

Budi memastikan pemerintah akan terus memfasilitasi produk usaha mikro melalui gerbong kuliner pada 15 jalur kereta. Ia meyakini volume penumpang yang mencapai 51 juta orang per tahun merupakan pasar potensial bagi UMKM.

“Kami akan tetap melaksanakan program belanja setelah ini, misalnya rencana BINA Holiday pada Juni-Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus 2026, dan BINA Indonesia Great Sale pada Desember 2026. Berbagai program belanja bersama para pemangku kepentingan dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....