LPEI: Pendanaan Ekspor Bagi Pelaku UKM Adalah Mandat Langsung Pemerintah
- 18 Mar 2026 10:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- LPEI menegaskan pembiayaan ekspor bagi UKM merupakan mandat langsung pemerintah untuk meningkatkan kapasitas usaha.
- Dukungan berupa pembiayaan dan penjaminan ekspor membantu pelaku usaha menembus pasar global, termasuk Kanada.
- Nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Kanada tumbuh 106,8 persen, dari 56,4 juta menjadi 116,7 juta dolar AS.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Pelaksana Bisnis II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sulaeman mengatakan dukungan pembiayaan ekspor merupakan mandat langsung dari pemerintah. Ia menegaskan lembaga terus berupaya menyediakan fasilitas penjaminan agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat meningkatkan kapasitas usaha.
“Sebagai lembaga yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk mendukung pembiayaan ekspor nasional, LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor. Upaya ini agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan bisnisnya,” ujar Sulaeman di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.
Sulaeman menjelaskan bahwa dukungan finansial tersebut bertujuan mendorong penguatan ekspor nasional secara masif. Ia berkomitmen untuk membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan skala bisnis mereka secara global.
Duta Besar Republik Indonesia (RI) Ottawa Muhsin Syihab memberikan apresiasi besar atas kontribusi lembaga dalam memperkuat ekosistem. Ia menilai dukungan tersebut sangat krusial agar produk lokal mampu bersaing kuat di kancah internasional.
“KBRI Ottawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPEI atas komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional. Dukungan tersebut diberikan melalui pembiayaan dan fasilitasi bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk UKM, untuk menjangkau pasar global,” ujar Muhsin.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Miftah Farid mengingatkan pengusaha untuk selalu memperhatikan standar kualitas. Ia menyebut karakteristik pasar Kanada yang multikultural memberikan potensi emas bagi produk makanan dan minuman.
“Besarnya potensi pasar tersebut menunjukkan peluang yang makin terbuka bagi produk Indonesia di Kanada. Meskipun demikian, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan pasar tetap menjadi faktor penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Miftah.
Atase Perdagangan Republik Indonesia (RI) Ottawa Mahdewi Silky menekankan pentingnya kolaborasi untuk memfasilitasi aspek logistik dan sertifikasi. Ia berharap makin banyak produk UKM yang dapat memasuki dan berkembang pesat di pasar Kanada.
“Ke depan, KBRI Ottawa bersama Kementerian Perdagangan RI dan LPEI akan terus mendorong berbagai upaya untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di Kanada. Upaya ini juga untuk memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar internasional, sejalan dengan semangat “Produk Lokal Go Global”,” ujar Mahdewi.
Direktur PT Azaki Food International Cucup Ruhiyat merasa optimis tempe akan menjadi ikon baru kuliner dunia. Ia mengapresiasi bantuan promosi pemerintah demi memperkenalkan pangan berbasis nabati tersebut kepada para konsumen internasional.
“Dukungan pembiayaan, fasilitasi perdagangan, dan promosi yang diberikan menjadi booster bagi PT Azaki untuk lebih semangat lagi. Kami optimistis, melalui sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, tempe Indonesia dapat menjadi kebanggaan baru kuliner Indonesia di pasar global,” ujar Cucup.
Kerja sama dagang ini melibatkan pelaku usaha keripik buah hingga pasta bebas gluten berkualitas tinggi. Total transaksi dari lima pesanan pembelian tersebut mencapai angka sekitar 92.000 Dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai ekspor makanan olahan ke Kanada tumbuh pesat hingga mencapai angka 106,8 persen dalam tiga tahun. Pencapaian ini tercatat melonjak dari 56,4 juta menjadi 116,7 juta Dolar Amerika Serikat (AS) secara kumulatif.
Diaspora Indonesia di Kanada melalui jaringan distribusi Exotique Foods menjadi mitra kunci dalam perdagangan ini. Mereka membantu proses pengiriman berbagai komoditas seperti permen jahe, gula kelapa, hingga bawang goreng renyah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....