Kementerian PKP Siapkan Rusun Subsidi di Denpasar, Seniman Bali Jadi Prioritas
- 17 Mar 2026 08:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Denpasar – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pembangunan rumah susun subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Denpasar. Hunian vertikal tersebut juga diprioritaskan untuk seniman Bali yang berkontribusi pada sektor budaya dan pariwisata lokal maupun nasional.
Rumah susun (rusun) tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 3.328 meter persegi. Aset milik Pemerintah Provinsi Bali tersebut berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengatakan pembangunan rusun subsidi menjadi solusi penyediaan hunian di kota besar yang menghadapi keterbatasan lahan. Menurut dia, hal ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap memperoleh tempat tinggal layak dan terjangkau.
“Ketersediaan lahan di kota-kota seperti Denpasar menjadi tantangan, sehingga pembangunan hunian vertikal seperti rusun menjadi solusi,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026. “Tujuannya agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.”
Ara, panggilan akrabnya, menegaskan pemerintah ingin pembangunan rusun segera dimulai dengan tetap mengikuti ketentuan dan regulasi berlaku. Ini diharapkan membuat pelaksanaan pembangunan berjalan tertib serta memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ara juga mengusulkan agar rusun tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman. Menurut dia, mereka berkontribusi besar untuk mendukung sektor pariwisata serta pemasukan devisa negara.
“Seniman Bali memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan Negara,” ujarnya. “Karena itu saya mengusulkan agar rusun ini dapat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman.”
Menteri menekankan desain bangunan rusun perlu mengedepankan unsur budaya lokal Bali agar selaras dengan karakter masyarakat setempat. “Desain rusun harus mengedepankan unsur budaya lokal Bali agar tetap selaras dengan karakter dan kearifan lokal masyarakat setempat,” katanya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, mendukung penuh rencana pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersebut. Menurut dia, kebutuhan hunian masyarakat di kawasan perkotaan Bali terus meningkat sedangkan ketersediaan lahan semakin terbatas.
“Pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk pembangunan hunian masyarakat merupakan langkah tepat,” ujarnya. Koster berharap upaya tersebut dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal layak dan terjangkau di Kota Denpasar.
Pada lokasi tersebut akan dibangun satu tower Rusun Arunika tipe 36 dengan ketinggian maksimal empat lantai. Terdiri dari 60 unit hunian, dua unit di antaranya disediakan untuk penyandang disabilitas dan sisanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Pembangunan rusun tersebut akan menggunakan skema multi-years contract dengan target pelaksanaan mulai Juni 2026 hingga Maret 2027. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak di kawasan perkotaan.