Menperin Pastikan Pasokan Tekstil Aman jelang Hari Raya Idulfitri
- 16 Mar 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pasokan produk tekstil dan fesyen aman menjelang Hari Raya Idulfitri.
- Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) tumbuh 5,11 persen pada 2025 sebagai industri padat karya.
- Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) mencatat pertumbuhan 4,64 persen didukung peningkatan permintaan domestik menjelang Lebaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan kesiapan industri nasional memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Ia menyatakan sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) sanggup menjaga ketersediaan produk fesyen dalam negeri.
“Kinerja sektor IKFT terus menunjukkan tren positif. Kondisi ini menjadi modal kuat industri nasional dalam menjaga pasokan, kualitas produk, dan keterjangkauan harga menjelang Lebaran,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Agus menjelaskan pertumbuhan IKFT mencatatkan angka 5,11 persen sepanjang tahun 2025. Ia menilai sektor industri padat karya ini memberikan dampak langsung yang sangat besar terhadap kesejahteraan.
“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT. Sektor ini merupakan industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Agus.
Menperin menyebut kenaikan permintaan produk secara konsisten mendorong pertumbuhan sektor tekstil dan pakaian jadi nasional. Ia mengatakan bahwa persiapan produksi oleh pelaku usaha dalam negeri sudah dilakukan sejak awal tahun.
Agus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengutamakan belanja produk hasil karya industri dalam negeri. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat akan sangat membantu keberlangsungan hidup jutaan tenaga kerja sektor industri.
“Momentum Ramadan harus juga kita manfaatkan untuk mendorong belanja produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, masyarakat turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” ucap Agus.
Agus menyatakan peningkatan aktivitas produksi menjelang Lebaran mampu memperkuat stabilitas lapangan kerja bagi para tenaga kerja. Ia berharap kondisi positif ini dapat mendukung penguatan daya beli masyarakat secara berkelanjutan dan menyeluruh.
“Kondisi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu, kondisi ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” ujar Agus.
Pemerintah terus mendongkrak daya saing melalui kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di pasar global. Upaya penguatan juga mencakup fasilitasi investasi serta pengembangan industri berbasis sertifikasi halal dan inovasi produk.
Sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) secara khusus mencatatkan kinerja stabil dengan pertumbuhan mencapai 4,64 persen. Industri alas kaki serta kosmetik juga menjadi pendorong kuat bagi stabilitas Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Utilisasi kapasitas pabrik mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan domestik pada masa menjelang Lebaran. Hal ini membuktikan bahwa rantai pasok dari bahan baku hingga ritel berfungsi dengan sangat baik.
Agus optimis dukungan semua pemangku kepentingan akan menjadikan industri pengolahan sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Momentum Hari Raya Idulfitri diprediksi akan menjadi pendorong kuat bagi konsumsi rumah tangga di Indonesia.