Perkuat Kualitas Emas Nasional, Kemenperin Dorong Uni Profisiensi Laboratorium
- 09 Mar 2026 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan industri perhiasan nasional menunjukkan performa yang sangat positif pada 2025. Nilai ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia tahun lalu tercatat sebesar USD9,1 miliar, melonjak 65,54 persen dibandingkan pada 2024.
Menurut Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, industri perhiasan Indonesia berpeluang besar untuk terus tumbuh di pasar internasional. “Karena itu, aspek kualitas produk nasional menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Agus menambahkan salah satu cara untuk menjaga kualitas itu adalah dengan penguatan sistem pengujian kadar emas. Menurut dia, laboratorium berperan strategis untuk memastikan kesesuaian kadar logam mulia sebagai bahan baku perhiasan dan barang berharga.
Karena itu, Agus menekankan pihaknya mendorong laboratorium dan industri untuk mengikuti program uji profisiensi.“Ini bertujuan untuk memastikan hasil pengujian emas yang lebih akurat, konsisten, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, mengatakan uji profisiensi sangat penting untuk pengujian mutu emas. “Program ini akan meningkatkan keabsahan hasil uji mutu emas yang akan meningkatkan daya saing di pasar global,” ujarnya.
Menurut Emmy, penerapan standar kualitas secara konsisten akan meningkatkan daya saing industri berbahan bak emas. “Program ini memberikan kepastian bahwa produk perhiasan emas Indonesia telah memenuhi kriteria teknis yang diakui dunia,” ujarnya.
Layanan uji profisiensi diselenggarakan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB). Unit kerja di bawah Kemenperin tersebut menjadi rujukan nasional pertama dan satu-satunya untuk produk-produk emas.
Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menyampaikan layanan tersebut terbuka bagi seluruh sektor industri swasta maupun BUMN. Menurut dia, peserta dapat mengevaluasi kinerja pengujian mereka secara transparan melalui skema distribusi objek uji yang simultan.
“Program ini menggunakan skema simultan yakni objek uji didistribusikan untuk pengujian secara bersamaan dalam periode waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya. Dengan metode tersebut, lanjut Zya, hasil pengujian dari setiap laboratorium dapat dibandingkan secara objektif, terukur, dan transparan.
Melalui penguatan sistem pengujian, Kemenperin berharap industri perhiasan emas nasional dapat memperkuat reputasinya di pasar global. Pendaftaran program uji profisiensi tahun 2026 kini telah dibuka secara daring bagi seluruh laboratorium peminat, melalui tautan https://bit.ly/pendaftaranUP2026.