Menteri Perdagangan Lepas Ekspor Rumput Laut Senilai Rp1,7 Miliar

  • 07 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Maros - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor 75 ton rumput laut jenis Eucheuma cottonii menuju pasar Tiongkok. Pengiriman komoditas senilai Rp1,7 miliar tersebut dilakukan langsung dari Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Maros.

Budi mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan peran Sistem Resi Gudang sebagai instrumen strategis pendukung ekspor. Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga memperluas akses pasar internasional melalui sinergi dengan berbagai lembaga pembiayaan serta eksportir.

“Kemendag memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan pengelola SRG, koperasi, dan petani untuk memperkuat daya saing produk. Selain itu, akses pasar komoditas yang disimpan dalam gudang SRG juga diperluas melalui kegiatan pitching dan penjajakan bisnis,” ujar Budi di Maros, Kamis, 5 Maret 2026.

Pemerintah akan mengintegrasikan Sistem Resi Gudang dengan program Desa BISA Ekspor (DBE) bagi para pelaku usaha kecil. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem perdagangan di desa melalui enam pilar strategi yang komprehensif.

Budi menjelaskan produk unggulan petani dapat disimpan di gudang dan dijual saat harga pasar menguntungkan. Fasilitas ini menyediakan informasi ketersediaan serta mutu komoditas untuk memberikan keamanan dalam setiap transaksi perdagangan.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menyebutkan nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai USD 317,55 juta. Tiongkok bersama Amerika Serikat dan Spanyol tetap menjadi negara tujuan utama pengiriman komoditas unggulan tersebut.

Tirta mengatakan pengelola gudang memiliki peluang besar untuk meningkatkan kompetensi komunikasi dalam memperluas jangkauan pasar. Sistem Resi Gudang memegang peranan sangat vital dalam mendukung stabilitas perdagangan komoditas di berbagai wilayah.

“SRG memiliki peran yang strategis dalam mendukung ekspor komoditas unggulan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, pengelola gudang SRG memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensi dan komunikasi, sehingga mampu memperluas akses pasar ekspor bagi produk yang mereka kelola,” ujar Tirta.

Direktur Utama PT Asia Sejahtera Mina Indra Widiadarma mengapresiasi dukungan penuh kementerian kepada para pengelola gudang. Fasilitas promosi di luar negeri membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk menembus pasar internasional.

Indra menjelaskan skema pembiayaan perbankan yang kompetitif sangat dibutuhkan oleh para eksportir untuk meningkatkan volume penjualan. Produk Indonesia diharapkan semakin berdaya saing tinggi sehingga angka ekspor nasional terus mengalami kenaikan signifikan.

“Dukungan ini membuka peluang bagi pelaku usaha serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor melalui promosi dan pameran di luar negeri. Harapannya, SRG dapat terus mendukung eksportir melalui skema pembiayaan perbankan yang lebih kompetitif,” ujar Indra.

Kementerian Perdagangan menugaskan Atase Perdagangan di 33 negara untuk memfasilitasi pertemuan bisnis bagi para pengusaha. Langkah antisipatif ini diambil guna menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik global yang dinamis pada saat ini.

Rekomendasi Berita