OJK Sebut 29 Rencana Penawaran Umum Masuk Antrean, Total Nilai Rp26,47 Triliun

  • 06 Okt 2026 14:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OJK mencatat 29 penawaran umum dalam pipeline senilai Rp26,47 triliun.
  • Penghimpunan dana korporasi domestik melalui penawaran umum mencapai Rp186,03 triliun.
  • Minat IPO menurun, dengan kondisi global dan ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktornya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan animo korporasi untuk menghimpun dana melalui penawaran umum masih cukup tinggi. Pada periode Januari-September 2026, total nilai penawaran umum tercatat mencapai Rp186,03 triliun.

Ini mencakup tujuh penawaran umum saham perdana (IPO) serta 18 penawaran umum terbatas (PUT). Kemudian 11 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) dan 123 penawaran umum berkelanjutan EBUS.

Selain itu terdapat 29 rencana penawaran umum senilai Rp26,47 triliun yang masih dalam antrean (pipeline). OJK menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal pada tahun ini mencapai Rp200 triliun.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, Senin 5 Oktober 2026. “Penghimpunan dana korporasi tetap terjaga dan kuat dengan nilai penawaran umum Rp186,03 triliun,” ujarnya.

Mengenai target penghimpunan dana 2026, Hasan mengatakan realisasinya dapat dipengaruhi berbagai faktor. “Misalnya dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum dan pembiayaannya,” ucapnya.

Hasan menegaskan OJK terus mencermati perkembangan dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. “Tentunya dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan investor,” katanya.

Sementara itu, penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) sepanjang Januari-September 2026 tercatat sebesar Rp2,06 triliun. Ini berkat tambahan 15 efek baru serta sembilan penerbit baru pada bulan lalu dengan dana dihimpun senilai Rp22,92 miliar.

Hasan juga menyoroti turunnya minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Tercatat hingga akhir September 2026 hanya tujuh perusahaan yang mencatatkan sahamnya dengan dana terhimpun sekitar Rp2,16 triliun.

Menurut dia, kondisi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah calon emiten. “Dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik, memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan IPO,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....