Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Risiko Fluktuasi Harga Minyak
- 02 Okt 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibukan naik 0,31 persen atau 56 poin menjadi Rp17.910 per dolar AS
- Meski dibuka menguat, nilai tukar rupiah masih berisiko melemah hari ini
- Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibukan naik 0,31 persen atau 56 poin menjadi Rp17.910 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin, rupiah turun 0,40 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS. Meski dibuka menguat, nilai tukar rupiah masih berisiko melemah hari ini.
"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Jumat, 2 Oktober 2026. Harga minyak naik karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas.
Amerika Serikat mengerahkan kapal induk ketiga ke kawasan tersebut. Pengerahan itu sinyal kemungkinan berlanjutnya serangan udara terhadap Iran.
Harga minyak mentah dunia hari ini naik lebih dari 4 persen. Harga minyak Brent bergerak di level USD102,31 – USD102,60 per barel.
Sedangkan harga minyak WTI bergerak di kisaran USD92,87 – USD93,24 per barel. Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh keputusan kilang-kilang minyak di Tiongkok menangguhkan sementara ekspor hasil olahan minyak buminya.
"Nilai tukar rupiah hari ini diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS bergerak di level 102,8-102,11.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....