Rupiah Sudah Tembus Rp18 ribu, BI Sebut Pelemahan Rupiah Masih Terbatas
- 29 Sep 2026 14:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BI juga menyebut pelemahan rupiah masih terbatas secara triwulanan sebesar 0,67 persen.
- Bank Indonesia (BI) menyatakan, secara umum pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan (regional
- Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah hari ini sudah menembus level Rp18.000 per dolar AS. Namun Bank Indonesia (BI) menyatakan, secara umum pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan (regional).
BI juga menyebut pelemahan rupiah masih terbatas secara triwulanan sebesar 0,67 persen. Nilai tukar rupiah masih didukung oleh cadangan devisa yang memadai, pada akhir Agustus 2026 meningkat menjadi USD146,5 miliar.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh tingginya tekanan global. "Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal," ucap Erwin dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 Agustus 2026.
Kekhawatiran itu dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang sudah di atas USD108 per barel. Harga minyak melambung karena tidak tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz antara AS-Iran.
"Hal itu mendorong ekspektasi pengetatan lebih lanjut kebijakan moneter Amerika Serikat. Sehingga imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23 persen, tertinggi sejak 2007," kata Erwin menjelaskan.
Tekanan nilai tukar, tambahnya, juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III. Selain itu, masih terjadi arus keluar dana dari aset portofolio di negara emerging markets, karena kenaikan imbal hasil obligasi.
Melihat perkembangan tersebut, Erwin menegaskan, BI akan terus hadir di pasar. BI akan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.
"BI juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-marke. Efektivitas stabilisasi nilai tukar diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga," ujar Erwin.
Untuk menjaga likuiditas, BI telahbmeningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada BI. Insentif ini diberikan untuk pendanaan luar negeri.
Intervensi pasar, lanjut Erwin, akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore (luar negeri). Intervensi juga dilakukan di transaksi spot dan Domestik Non-Deliverable Forward NDF di pasar dalam negeri.
Langkah intervensi dilakukan BI dengan disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. "Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah," kata Erwin menutup pembicaraannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....