Menkeu Sebut APBN 2027 Jadi Instrumen Pertumbuhan dan Perlindungan
- 29 Sep 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RUU APBN 2027 disahkan menjadi undang-undang setelah melalui pembahasan intensif pemerintah bersama DPR
- APBN 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat
- Pemerintah akan bekerja bersama Danantara untuk mendorong investasi, penciptaan barang dan jasa, serta penyerapan tenaga kerja
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pengesahan RUU APBN 2027 menjadi undang-undang merupakan kelanjutan siklus penyusunan anggaran. Proses tersebut telah melalui pembahasan intensif antara pemerintah bersama DPR, Badan Anggaran, dan seluruh komisi.
Suahasil mengatakan pembahasan anggaran secara internal pemerintah telah dimulai sejak awal tahun. Presiden kemudian menyampaikan kondisi ekonomi makro, pokok kebijakan fiskal, dan rencana kerja pemerintah pada 20 Mei 2026.
Selanjutnya, Presiden menyampaikan RAPBN 2027 beserta nota keuangan dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus. Setelah itu, pembahasan dilanjutkan secara intensif bersama DPR hingga akhirnya RUU APBN 2027 disahkan.
Suahasil mengatakan pemerintah akan terus menggunakan APBN sebagai salah satu alat untuk mengelola perekonomian Indonesia. APBN akan terus diarahkan untuk menumbuhkan perekonomian sekaligus melindungi masyarakat.
“Karena itu, APBN kita terus arahkan supaya terus menumbuhkan APBN menumbuhkan, APBN melindungi. Namun APBN juga kredibel dan sehat untuk menjalankan perannya menumbuhkan dan melindungi tersebut,” kata Suahasil usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Ia menegaskan APBN juga harus tetap kredibel dan sehat dalam menjalankan peran tersebut. Dengan demikian, APBN dapat menjalankan fungsi untuk menumbuhkan perekonomian dan memberikan perlindungan.
Suahasil mengatakan pemerintah akan bekerja bersama seluruh kementerian untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah juga akan bekerja bersama Danantara dalam melihat ruang investasi, penciptaan barang dan jasa, serta penyerapan tenaga kerja
“Kami juga akan bekerja dengan Danantara yang merupakan alat baru negara ini telah mulai bekerja untuk secara spesifik melihat ruang-ruang investasi. Ruang-ruang penciptaan produk barang dan jasa, ruang-ruang untuk menyerap tenaga kerja melalui dana investasi negara,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....