IHSG Anjlok 94,03 Poin ke Level 6.147,86 pada Penutupan Perdagangan, 532 Saham Turun
- 28 Sep 2026 16:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG merosot ke posisi 6.147,86, turun 94,03 poin atau 1,51 persen, pada penutupan sesi perdagangan Senin, 28 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level 6.147,86 pada penutupan perdagangan Senin 28 September 2026. Ini berarti indeks melorot hingga 94,03 poin atau 1,51 persen setelah dibuka pada level 6.209,74.
Pergerakan IHSG didominasi 532 saham turun, 180 saham naik, dan 81 saham tidak berubah atau stagnan. Sementara aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi sebesar Rp12,09 triliun.
Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 36,72 miliar lembar. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 1,64 juta kali transaksi.
Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas mengatakan pelaku pasar mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik. Di antaranya purchasing managers' index (PMI), neraca perdagangan, dan tingkat inflasi.
“Investor menantikan rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, maupun inflasi,” katanya. Baik oleh lembaga survei global (PMI), maupun Badan Pusat Statistik atau BPS (neraca perdagangan dan inflasi).
Dari sisi eksternal, investor mencermati peluang pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ini setelah Iran menyatakan ingin kembali pada nota kesepahaman yang disepakati dengan Amerika Serikat (AS) pada Juni 2026.
Sementara itu, AS dan Tiongkok sepakat memperpanjang gencatan senjata perang dagang hingga 10 Januari 2027. Hal ini dicapai pada pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Harga minyak dunia juga kembali terkoreksi, meski harga minyak Brent masih berada di atas USD100 per barel. Imbal hasil obligasi AS juga masih berada pada level tinggi yakni 5,17 persen untuk tenor 10 tahun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mulai memberlakukan aturan penurunan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai. Saat ini, batas minimum harga saham turun dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....