IHSG Naik 0,42 Persen pada Penutupan Sesi I, Dibayangi Kenaikan Suku Bunga The Fed
- 17 Sep 2026 13:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG menguat 26,76 poin (0,42 persen) menjadi 6.463,61 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 17 September 2026.
- Penguatan indeks saham terjadi setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
- Selama sesi perdagangan, IHSG mencapai level tertinggi 6.500,41 dan level terendah 6.418,13, menunjukkan volatilitas selama sesi pertama.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 26,76 poin (0,42 persen) pada penutupan sesi I perdagangan Kamis, 17 September 2026. Indeks tercatat berada di level 6.463,61 setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Menurut data RTI Business, IHSG dibuka pada level 6.455,03. Indeks kemudian sempat menyentuh level tertinggi 6.500,41 dan level terendah 6.418,13 selama sesi pertama.
Aktivitas perdagangan saham hingga jeda siang tercatat sebanyak 1,12 juta kali transaksi. Volume perdagangan mencapai 16,90 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp7,88 triliun.
Sebanyak 374 saham tercatat naik dan 234 saham turun. Sementara 178 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Saham yang mengalami kenaikan harga antara lain PGUN sebesar Rp1.250 menjadi Rp10.650 per lembar. Kemudian DCII naik Rp1.175 menjadi Rp194.075 per lembar, dan SINI meningkat Rp1.150 menjadi Rp15.625 per lembar.
Sementara itu, saham yang harganya turun antara lain POLU sebesar Rp700 menjadi Rp17.300 per lembar. Kemudian YULE turun Rp390 menjadi Rp3.710, dan AGAR drop Rp370 menjadi Rp2.160 per lembar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, sebelumnya mengatakan IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. “Ini seiring kenaikan suku bunga The Fed,” ujarnya.
Fanny memperkirakan area support IHSG hingga penutupan perdagangan berada pada level 6.350-6.400. Sementara area resistance IHSG pada waktu yang sama berada pada kisaran 6.500-6.540.
The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 hingga 4 persen. Keputusan tersebut diambil setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis 17 September 2026 WIB.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu juga membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut dalam waktu dekat. Hal ini diarahkan untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....