IHSG Dibuka Menguat 0,28 Persen pada Awal Perdagangan
- 17 Sep 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat 0,28 persen ke level 6.455,03 meski BNI Sekuritas masih melihat risiko pelemahan.
- The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen, mempengaruhi sentimen pasar global.
- Investor kini mencermati potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan setelah mayoritas bursa Asia menguat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.455,03 atau naik 18,17 poin (0,28 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meski dibuka menguat, BNI Sekuritas menilai IHSG masih berisiko melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan. Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup turun 0,38 persen disertai aksi jual asing Rp592 miliar.
Saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah BMRI, BUMI, BBCA, ADRO, dan ITMG. Desakan tersebut muncul di tengah perubahan sentimen global setelah keputusan terbaru The Fed.
“Hari ini IHSG berpotensi 'sideways' cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 17 September 2026. Menurutnya IHSG akan bergerak di rentang 6.350-6.400 di level support, da 6.500-6.540 di level resistansi.
The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya sejak Juli 2023. Keputusan tersebut diambil setelah rapat Federal Open Market Committee pada Rabu waktu setempat.
Kini suku bunga The Fed berada pada kisaran 3,75 hingga 4 persen. Bank sentral Amerika Serikat menyatakan keputusan tersebut disetujui seluruh anggota komite.
"The Fed juga mengatakan, pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat. Langkah itu untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat," kata Fanny mengutip pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Warsh juga mengatakan ekonomi AS menguat sejak pertemuan The Fed terakhir. Namun tren inflasi menunjukkan sedikit perbaikan.
Bursa saham Amerika Serikat turut melemah setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga. Dow Jones Industrial Average turun 1,21 persen, S&P 500 turun 0,44% persen, dan Nasdaq Composite turun 0,01 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa Asia menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Nikkei 225 naik 0,7 persen, Hang Seng bertambah 0,2 persen, dan Kospi melesat 1,4 persen.
Kenaikan tersebut terjadi karena pasar Asia masih menunggu keputusan The Fed saat perdagangan ditutup. “Setelah The Fed menaikkan suku bunga, investor menaruh hati-hati dengan keputusan Bank of Japan hari Jumat besok,” ucap Fanny.
Menurutnya, Bank of Japan (BOJ) juga diprakirakan akan menaikkan suku bunga. Sehingga trend suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....