IHSG Diprakirakan 'Rebound' Hari Ini setelah Ditutup Turun di Akhir Pekan

  • 14 Sep 2026 08:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan berbalik menguat dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini setelah dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin
  • IHSG berpotensi 'rebound' hari ini, seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS)
  • The Fed diprakirakan akan menaikkan suku bunga

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan berbalik menguat dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,73 persen ke level 6.541,38.

Pelemahan IHSG di akhir pekan disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp733 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, CUAN, CPIN, ADRO, dan BBNI.

"IHSG berpotensi 'rebound' hari ini, seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS)," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 14 September 2026. IHSG diprakirakan akan bergerak di rentang 6.450-6.525 untuk level support dan 6.600-6.640 untuk level resistansi.

Fanny menyebutkan, indeks utama Wall Street di AS menguat saat penutupan akhir pekan. Data terbaru inflasi AS memberikan sinyal kenaikan suku bunga the Fed.

Indeks S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,98 persen. "Penguatan indeks saham mengikuti turunannya harga minyak dan data harga konsumen yang solid," ucap Fanny.

Menurutnya, data harga konsumen mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga minggu depan untuk memerangi inflasi. Harga konsumen AS meningkat lebih cepat pada bulan lalu karena harga bensin kembali naik setelah turun dua bulan berturut-turut.

Tekanan inflasi membuat The Fed harus memperketat kebijakan moneternya. Di sisi lain, harga minyak turun namun tetap mencatat kenaikan sekitar 9 persen dalam sepekan.

Kenaikan harga minyak disebabkan eskalasi Konflik Timur Tengah seiring yang menyebabkan kekhawatiran akan gangguan pasokan berkepanjangan. "Harga minyak mentah Brent turun hampir 3 persen namun tetap berada di atas USD104 per barel," ujar Fanny.

Sementara itu, bursa utama di kawasan Asia-Pasifik anjlok dalam penutupan perdagangan akhir pekan. Pasar saham Korea Selatan dan Jepang, kata Fanny, memimpin penurunan di kawasan tersebut.

Indeks Korea Selatan, Kospi anjlok 1,9 persen dan dan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Hang Seng Hong Kong juga turun 0,6 persen dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen.

Indeks saham Taiwan anjlok1,6 persen dan CSI 300 Tiongkok turun 0,8 persen. Penurunan tersebut terjadi setelah indeks saham-saham AS tertekan oleh lonjakan harga minyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....