Analis Cermati Harga Emas Pekan Depan dan Pengaruh Dinamika Perang
- 13 Sep 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan turun
- Sepekan ke depan, harga emas dunia diprakirakan akan bergerak di kisaran USD4.102- USD4.650 per troy ons
- Fluktuasi harga emas masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, utamanya konflik geopolitik di Timur Tengah
RRI.CO.ID, Jakarta - Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan turun. Fluktuasinya masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, utamanya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Akhir pekan kemarin, harga emas dunia ditutup melemah ke posisi USD4.348 per troy ons. "Sepekan ke depan, harga emas dunia diprakirakan akan bergerak di kisaran USD4.102- USD4.650 per troy ons," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, Minggu, 13 September 2026.
Sedangkan harga logam mulia di pasar dalam negeri diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp2,45 juta-Rp2,75 juta per gram. Ibrahim menyebut eskalasi perang di Timur Tengah dan di Eropa kembali menimbulkan risiko bagi harga emas.
Pasar khawatir terganggunya pasokan minyak yang selama ini melewati Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Ibrahim memprakirakan harga minyak dunia pekan depan masih akan tinggi.
Harga minyak WTI diprakirakan akan mencapai USD91,60-USD103,50 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent diprakirakan akan mencapai USD105 per barel.
Indeks dolar AS diprakirakan akan berada di level 90,30-100,20 sehingga nilai tukar rupiah kemungkinan melemah pekan depan. "Nilai tukar rupiah pekan depan kemungkinan akan mencapai Rp17.850 an per dolar AS," ucap Ibrahim.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump, lanjut Ibrahim, semakin menambah kekhawatiran perang akan berlanjut. "Perang akan berakhir setelah pemilu sela di bulan Desember," ucap Trump seolah memberi isyarat.
Menurut Ibrahim, pemilu sela di AS akan menjadi pertarungan sengit antara Partai Demokrat dan Parai Republik. Trump bahkan terang-terangan menggunakan 'politik uang' untuk menang kembali.
Dia menjanjikan uang sebesar USD5.000 bagi yang memilihnya dan memenangkan Partai Republik. Pernyataan Trump disebut 'suap terselubung' dan dinilai tidak realistis di tengah tingginya utang pemerintah AS yang mencapai USD40 triliun.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia menyebabkan harga bensin di AS semakin tinggi. Saat ini harganya sekitar USD6 per galon dari yang biasanya sebesar USD4,8 per galon.
"Akibatnya harga barang kebutuhan pokok di AS terus mengalami kenaikan. Sentimen konsumen di AS juga turun cukup tajam seiring melonjaknya inflasi tahunan menjadi 4,6 persen," ujar Ibrahim.
Inflasi yang meningkat membuat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed juga naik dari 70 persen menjadi 85 persen. "Kondisi inilah yang membuat harga emas dunia diprakirakan akan melemah," ucap Ibrahim.
Tingkat permintaan dan pasokan emas dunia juga akan mempengaruhi harga emas utamanya permintaan dari bank-bank sentral. Pada saat perang bank-bank sentral dunia akan meningkatkan cadangan emasnya.
"Di bulan Agustus, bank sentral Tiongkok telah menambah cadangan emasnya sekira 650 troy ons, setara 20,2 ton emas. Sementara itu, bank-bank sentral di Eropa mulai memindahkan cadangan emasnya dari Amerika Serikat ke Inggris," kata Ibrahim lagi.
Ia lebih lanjut mengatakan, meski harga emas diprakirakan menurun, penurunannya terbatas. Begitu pula dengan harga logam mulia, karena harganya juga dipengaruhi posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....