Indonesia Ajak BRICS Gunakan Mata Uang Lokal dalam Bertransaksi (LCT)
- 13 Sep 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan kerja sama konkret antara negara-negara BRICS. Diantaranya dengan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dan konektivitas pembayaran lintas negara
- Penggunaan mata uang lokal dalam bertransaksi, tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara
- juga membahas kerja sama konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara dengan India
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan kerja sama konkret antara negara-negara BRICS. Di antaranya dengan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dan konektivitas pembayaran lintas negara.
“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara," kata Gubernur BI, Destry Damayanti dari Mumbai, India, dikutip Minggu, 12 September 2026.
Destry berada di Mumbai untuk menghadir Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS pada 9–10 September 2026. Selain Destry, Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Destry mengatakan, penggunaan mata uang lokal dalam bertransaksi, tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan untuk menghadapi tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota BRICS menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan. Selain itu, BRIC akan meningkatkan resiliensi dalam menghadapi tantangan global.
BRICS adalah Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, dan Iran. Kesepakatan tercapai setalah pembahasan sejumlah isu strategis terkait penguatan resiliensi dan pertumbuhan.
Isu strategis yang menjadi perhatian serius BRICS antara lain transformasi digital dan AI, Dan konektivitas pembayaran lintas negara. Termasuk penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, serta keuangan berkelanjutan.
BRICS juga menyepakati pentingnya penguatan arsitektur keuangan global, salah satunya melalui reformasi tata kelola IMF. Reformasi itu penting untuk memperkuat suara dan representasi negara berkembang.
Selama berada di Mumbai, Destry melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra. Pertemuan membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia–India dan Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA).
Destry juga membahas kerja sama konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara dengan India. "Kerja sama ini bagian dari komitmen BRICS dalam konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ucap Destry.
Ke depan, Indonesia memandang penting untuk menjaga ruang dialog dan membangun jembatan di tengah fragmentasi global. Indonesia, lanjut Destry, akan terus berkontribusi dalam agenda kerja sama internasional guna mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....