Pintu Futures Catat Lonjakan Volume Trading Pengguna Baru hingga 200 Persen

  • 11 Sep 2026 04:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Volume trading pengguna baru Pintu Futures meningkat lebih dari 200 persen pada Juli-Agustus 2026.
  • Jumlah pengguna baru tumbuh hampir 100 persen, sementara rata-rata volume trading per pengguna baru naik lebih dari 70 persen.
  • PINTU menekankan pentingnya edukasi dan manajemen risiko dalam perdagangan derivatif aset kripto.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatat pertumbuhan positif pada produk perdagangan derivatif aset kripto, Pintu Futures. Pertumbuhan tersebut terjadi setelah perusahaan menghadirkan fitur Pintu Futures Lite pada Juli 2026.

Berdasarkan data internal PINTU periode Juli hingga Agustus 2026, volume trading pengguna baru Pintu Futures meningkat lebih dari 200 persen. Pada periode yang sama, jumlah pengguna baru tumbuh hampir 100 persen, sedangkan rata-rata volume trading per pengguna baru meningkat lebih dari 70 persen.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor dan trader Indonesia terhadap instrumen derivatif aset kripto.

"Sejak kami menghadirkan Pintu Futures Lite, kami melihat perkembangan yang positif pada aktivitas perdagangan derivatif di Pintu. Volume trading pengguna baru Pintu Futures meningkat lebih dari 200 persen, dengan jumlah pengguna baru tumbuh hampir 100 persen," kata Andy dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.

Ia mengatakan, tiga aset kripto yang paling banyak diperdagangkan pengguna Pintu Futures adalah Bitcoin (BTC), Hype (HYPE), dan Xaut (XAUT).

Menurut Andy, kehadiran Pintu Futures Lite merupakan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perdagangan futures yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Produk tersebut ditujukan untuk menjangkau lebih banyak pengguna, khususnya trader pemula hingga menengah.

Melalui Pintu Futures Lite, pengguna dapat membuka posisi Long ketika memperkirakan harga aset akan naik atau Short apabila memperkirakan harga akan turun. Pengguna juga dapat mengatur leverage hingga maksimal 25 kali modal awal sesuai dengan toleransi risiko.

Selain itu, tersedia fitur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) yang dapat diatur melalui halaman detail posisi aktif. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengguna mengelola risiko dalam perdagangan derivatif aset kripto.

"Kami merancang Pintu Futures Lite dengan fokus pada pengalaman yang sederhana dan mudah dipahami. Khususnya, bagi pengguna yang baru mulai mengenal trading derivatif crypto," ujar Andy.

Pertumbuhan Pintu Futures Lite juga terjadi di tengah momentum positif pasar aset kripto. Bitcoin, sebagai salah satu aset kripto dengan volume perdagangan terbesar, disebut mencatat kenaikan sekitar 25 persen sepanjang Agustus 2026.

Dalam periode tersebut, harga BTC sempat menembus level USD81.000 dengan harga tertinggi sekitar USD81.455. Harga kemudian ditutup di kisaran USD78.000 pada akhir Agustus.

Menurut PINTU, pergerakan harga tersebut menciptakan peluang bagi trader untuk memanfaatkan instrumen derivatif, baik ketika pasar bergerak naik maupun turun. Ke depan, PINTU berkomitmen terus mengembangkan Pintu Futures Lite dengan mengedepankan kemudahan akses, inovasi produk, serta edukasi mengenai manajemen risiko.

"Kami juga akan terus mengedepankan edukasi dan pemahaman mengenai manajemen risiko. Sehingga, pengguna dapat memanfaatkan peluang di pasar derivatif secara lebih bijak," kata Andy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....