Investor Cermati Sentimen Global, IHSG Turun ke Level 6.595,78

  • 02 Sep 2026 16:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun ke posisi 6.595,78 pada penutupan sesi perdagangan Rabu, 2 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan sesi perdagangan Rabu 2 September 2026. Indeks ditutup pada posisi 6.595,78 atau turun 4,17 poin (0,06 persen) setelah dibuka pada level 6.625,39.

Pergerakan IHSG didominasi 321 saham turun, 282 saham naik, dan 186 saham stagnan. Sementara itu, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi sebesar Rp16,48 triliun.

Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 63,24 miliar lembar saham. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 2,44 juta kali transaksi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan bursa global cenderung melemah karena kekhawatiran meroketnya harga minyak. “Bursa saham di Amerika Serikat (AS) anjlok, indeks Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin,” ucapnya.

Menurut Fanny, potensi inflasi akibat lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS. Sehingga ini kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga minyak meroket menyusul penyataan Komando Pusat AS bahwa pasukannya menyerang target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran. Harga minyak mentah WTI langsung naik 5,2 persen, sedangkan Brent naik 4,6 persen sejak awal pekan ini.

“Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang,” ujar Fanny. Pasar juga masih menunggu laporan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) per Agustus 2026 yang akan dirilis Jumat 4 September 2026.

Kenaikan harga minyak juga menekan pasar saham di kawasan Asia, yang hampir semuanya loyo pada Selasa 1 September 2026. Kecuali bursa saham Taiwan dan Korea Selatan yang sedikit menguat.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15 persen dan Hang Seng Hong Kong drop 0,93 persen. Sedagkan Taiex Taiwan melesat 1,8 persen dan KOSPI Korea Selatan naik 0,23 persen.

“Kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah membebani sentimen investor,” ucapnya. Di dalam negeri, Fanny mencermati laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi per Agustus 2026

BPS melaporkan inflasi bulanan pada bulan lalu tercatat mencapai 0,21 persen. Sedangkan inflasi tahunan sebesar 3,19 persen,naik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,88 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....