Tiga Strategi Pemerintah untuk Arahkan Investasi Langsung ke Sektor Hilirisasi

  • 06 Sep 2026 22:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah akan mengarahkan investasi langsung ke Indonesia ke sektor-sektor hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia
  • Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menarik minat investasi langsung ke sektor hilirisasi, yakni perencanaan, eksekusi dan pemberian insentif
  • Realisasi investasi sektor hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah akan mengarahkan investasi langsung ke Indonesia ke sektor-sektor hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Investasi yang masuk juga harus memperkuat industri dalam negeri, rantai pasok dan penciptaan lapangan kerja.

“Kita tidak hanya fokus pada berapa banyak investasi yang masuk. Tapi juga bagaimana dampaknya ke peningkatan lapangan kerja serta ekosistem rantai pasok di Indonesia,” kata Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu di Jakarta, dikutip Minggu, 6 September 2026.

Menurut Tototua, kementeriannya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menarik minat investasi langsung ke sektor hilirisasi. Yakni, perencanaan, eksekusi dan pemberian insentif.

Dari sisi perencanaan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah menerbitkan Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis 2022 dan 2023. Peta jalan itu memetakan secara detail hilirisasi atas 28 komoditas di 8 sektor utama.

“Total potensi nilai investasinya mencapai USD618,1 miliar. Selain itu potensi penciptaan penciptaan lapangan kerja mencapai 3 juta lapangan kerja baru,” ucap Todotua.

Peta Jalan itu juga turut memetakan secara lengkap wilayah-wilayah di Indonesia dengan keunggulan komoditasnya. Sekaligus pemetaan potensi sumber daya alam masing-masing wilayah.

Dari sisi eksekusi, Wamen Todotua menegaskan eksekusi proses hilirisasi di Indonesia harus didukung kepastian dan kemudahan berusaha. Karenanya, iklim usaha harus kondusif dengan pemrosesan perizinan berusaha berbasis risiko dan penyederhanaan perizinan.

Sedangkan dari sisi insentif, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal seperti tax allowance, tax holiday, masterlist dan super tax deduction. Penawaran insentif berupa super tax deduction dikhususkan untuk menjawab tantangan alih teknologi terapan serta pengembangan kapasitas tenaga kerja

Menurut Wamen Todotua, pemberian insentif penting karena teknologi menjadi salah satu kunci agar hilirisasi naik kelas. “Investasi yang masuk ke Indonesia perlu diarahkan,” ujar Wamen Todotua.

"Bukan hanya pada pembangunan fasilitas produksi. Tapi juga membawa transfer teknologi, riset dan inovasi, serta penguasaan proses produksi yang lebih kompleks."

Keberhasilan ketiga strategi itu, lanjutnya, terlihat dari realisasi investasi sektor hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun. Realisasinya meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi investasi di sektor hilirisasi itu sekira 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional. Investasi di sektor hilirisasi juga berkontribusi positif terhadap pemerataan ekonomi Indonesia.

“Sekira 75,7 persen realisasi investasi atau setara Rp227,3 triliun, berasal dari proyek-proyek investasi di luar Pulau Jawa,” ujar Todotua. Investasi yang merata diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....