Hari Ini, IHSG Diprakirakan Terkoreksi Setelah Naik Tajam Selasa Kemarin
- 02 Sep 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan terkoreksi dalam perdagangan hari ini
- Bursa saham global cenderung melemah karena kekhawatiran akan kenaikan harga minyak
- The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang
RRI.CO.ID, Jakarta -
BNI Sekuritas mencatat kenaikan IHSG ditopang aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp1,76 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA dan CPIN.
"IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini. Level support akan bergerak di rentang 6.540-6.570 dan level resistansi di rentang 6.620-6.700," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu, 2 September 2026.
Dalam analisisnya Fanny mencermati bursa saham global cenderung melemah karena kekhawatiran akan kenaikan harga minyak. "Bursa saham di Amerika Serikat anjlok pada Selasa kemarin, Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin," ucap Fanny.
Menurutnya, kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS). Sehingga kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga minyak melonjak menyusul penyataan Komando Pusat AS bahwa pasukan Amerika menyerang target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran. Harga minyak mentah WTI melonjak 5,2 persen, sedangkan Brent naik 4,6 persen sejak awal pekan ini.
"Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang. Selain itu, pasar masih menunggu laporan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pada Jumat mendatang," ujar Fanny.
Kenaikan harga minyak juga menekan pasar saham di kawasan Asia, bursa saham Asia hampir semuanya melemah pada Selasa kemarin. Kecuali bursa saham di Taiwan dan Korea Selatan.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15 persen ,Hang Seng Hong Kong melemah 0,93 persen. Taiex Taiwan melesat 1,8 persen dan KOSPI Korea Selatan naik 0,23 persen.
"Kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah membebani sentimen investor," ucap Fanny. Di dalam negeri, Fanny mencermati laporan Badan Pusat Statistik terkait inflasi.
BPS melaporkan Indeks Harga Konsumen mencatatkan inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan pada Agustus 2026. Sedangkan inflasi tahunan tercatat 3,19 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,88 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....