BEI Catat Perdagangan Saham Sepekan ini Bergerak di Zona Negatif

  • 29 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Laporan mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan perdagangan saham sepekan ini ditutup di zona negatif
  • Selama periode 24-28 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,12 persen ke level 6.518,12. Pada pekan sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.525,69
  • Pertemuan para pemimpin bursa saham ASEAN pekan ini menegaskan komitmen mereka memperkuat pasar modal di kawasan ASEAN

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan berakhir di zona negatif. Pelemahan terjadi bersamaan dengan penurunan sejumlah indikator aktivitas transaksi pasar modal.

Pada periode 24-28 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,12 persen. IHSG ditutup pada level 6.518,12, dari posisi pekan sebelumnya sebesar 6.525,69.

Kapitalisasi pasar juga turun 0,16 persen menjadi Rp11.431 triliun. Pada pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.449 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,84 persen menjadi Rp15,29 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp15,57 triliun.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian. Volume transaksi turun 28,33 persen menjadi 36,05 miliar lembar saham, dari sebelumnya 50,30 miliar lembar saham.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 2,64 persen menjadi 2,15 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya, frekuensi transaksi mencapai 2,21 juta kali.

BEI mencatat investor asing membukukan jual bersih pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Nilai jual bersih investor asing pada hari tersebut mencapai Rp482,24 miliar.

Sepanjang 2026, investor asing tercatat membukukan nilai jual bersih sebesar Rp70,36 triliun. Data tersebut menunjukkan tekanan jual investor asing masih menjadi salah satu dinamika pasar modal domestik.

Di sisi lain, BEI turut berpartisipasi dalam Invest ASEAN 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Tailan Focus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan para pemimpin bursa saham ASEAN melalui wadah ASEAN Exchanges.

Para pemimpin bursa ASEAN menegaskan komitmen memperkuat pasar modal kawasan. Sejumlah langkah dibahas, termasuk menarik pencatatan perusahaan berkualitas dan memperluas akses investor.

Penguatan pasar modal ASEAN juga diarahkan melalui diversifikasi produk investasi dan penciptaan nilai perusahaan. Kemudahan akses bagi investor domestik maupun internasional turut menjadi perhatian.

ASEAN Exchanges menilai setiap negara memiliki karakteristik dan tingkat perkembangan pasar modal yang berbeda. Namun, para anggota sepakat memperkuat konektivitas dan bertukar pengalaman untuk mendorong pertumbuhan pasar modal kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....