Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Naik Tipis
- 24 Agt 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,03 persen atau 5 poin ke posisi Rp17.689 per dolar AS
- Rupiah hari ini diperkirakan akan berkonsolidasi dan bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS
- Faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang hari ini ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,03 persen atau 5 poin ke posisi Rp17.689 per dolar AS.
Pada akhir pekan sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup naik 0,30 persen ke posisi Rp17.694 per dolar AS. "Rupiah hari ini diperkirakan akan berkonsolidasi," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, rupiah potensi menguat tapi penguatannya terbatas hari ini. "Penguatan rupiah disebabkan karena perlemahan dolar AS," ucap Lukman.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun di level 98,8. Penurunan disebabkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.
Trend harga minyak itulah yang juga menahan penguatan rupiah. "Nilai tukar rupiah hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS," ucap Lukman.
Harga minyak mentah hari ini mengalami penurunan sekira 1,29 persen. Harga minyak mentah Brent di level USD92,17 per barel, sedangkan harga minyak WTI di level USD85,86 per barel.
Harga minyak mentah masih relatif tinggi karena ketidakpastian di Timur Tengah, akibat pertikaian AS dan Iran. AS masih berambisi untuk mengusai Selat Hormuz dan mengancam akan mengenakkan sanksi lebih berat ke Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....