Rupiah Makin Perkasa, Menguat saat Pembukaan Perdagangan

  • 21 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,19 persen atau 33 poin menjadi Rp17.715 per dolar AS
  • Rupiah masih akan diuji oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah
  • Pasar juga akan mnecermati data neraca transaksi berjalan Indonesia triwulan II 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah perlahan terus menguat terhadap dolar AS hingga pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,19 persen atau 33 poin menjadi Rp17.715 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, rupiah berada di posisi Rp17.748 per dolar AS, mengiat 0,62 persen. Rupiah menguat di tengah meruncingnya pertikaian AS-Iran terkait Selat Hormuz.

Karenanya, rupiah masih akan diuji oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat potensi risiko rupiah berbalik melemah.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terhadap dolar AS, Meski potensi pelemahannya terbatas," kata Lukman, Jumat, 21 Agustus 2026.

Potensi pelemahan disebabkan harga minyak dunia yang kembali naik di tengah ketidakpastian geopolitik. "Investor cenderung wait and see menantikan data neraca transaksi berjalan Indonesia untuk triwulan II 2026.

"Rupiah hari ini diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS," ucap Lukman. Sementara itu indeks dolar AS berada di level 98,76, melemah dari posisi sebelumnya di 98,89.

Harga minyak mentah telah mencapai level tertinggi sepanjang bulan Agustus 2026. Harga minyak mentah Brent naik menjadi USD93,78 per barel, naik 2,4 persen dari harga sebelumnya.

Harga minyak mentah WTI juga naik sekira 2,3 persen dari harga sebelumnya, menjadi USD87,83per barel. Harga minyak melejit karen Presiden Trump terus menerus melontarkan ancaman terhadap Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....