IHSG Diprakirakan 'Sideways' Hari Ini, setelah Naik Signifikan hingga 1,68 Persen

  • 21 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) diprakirakan sideways dalam perdagangan hari ini. Setelah menguat signifikan dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin
  • Untuk hari ini, IHSG berpotensi sideways di sekitar 6.450-6.500
  • Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberlakukan kebijakan baru

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) diprakirakan sideways dalam perdagangan hari ini. Setelah menguat signifikan dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin sebesar 1,68 persen ke level 6.501,59.

Penguatan ditopang oleh aliran masuk modal asing dengan net buy (beli bersih) saham senilai Rp734 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah AMMN, BBRI, ANTM, BRMS, dan PSAB.

"Untuk hari ini, IHSG berpotensi sideways di sekitar 6.450-6.500. Jika IHSG menembus level di atas 6.520, baru akan melanjutkan penguatan ke 7.300 middle term," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat, 21 Agustus 2026.

Fanny memprakirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.450-6.500 untuk level support. Sedangkan level resistansi di rentang 6.520-6.600.

Prakiraan pergerakan IHSG yang datar saja pada hari ini, karena pasar masih mencermati perkembangan global. Pada Kamis kemarin indeks pasar saham Wall Street di AS, anjlok dipicu kenaikan imbal hasil obligasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,32 persen, S&P 500 turun 0,87 persen dan Nasdaq Composite melemah 1,00 persen.

"Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun dan 10 tahun sempat memangkas kenaikannya sesaat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pernyataannya," ujar Fanny.

Bessent menyatakan kemungkinan akan meningkatkan lagi volume pembelian kembali obligasi pemerintah guna menekan biaya pinjaman. Rencana AS itu justru membuat bursa saham kawasan Asia kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,36 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,8 persen dan Kospi Korea Selatan melesat 5,89 persen. Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberlakukan kebijakan baru.

"BEI berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai. Pembatasan yang dilakukan, dari harga Rp50 menjadi Rp1 per saham," kata Tim Phintraco Sekuritas.

Rencana BEI lainnya adalah menghapus sejumlah kriteria Papan Pemantauan Khusus. BEI juga berencana menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection. Untuk auto rejection bawah (ARB).

Perubahan aturan ini akan diuji coba bersama anggota bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026. "BEI menargetkan perubahan tersebut mulai diimplementasikan pada 7 September 2026," ucap Tim Phintraco.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....