Rupiah Dibuka Melemah, Dipengaruhi Kekhawatiran Perang Baru di Timur Tengah

  • 18 Agt 2026 10:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,27 persen atau 48 poin ke posisi Rp17.846 per dolar AS
  • Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu sentimen negatif pasar
  • Ketegangan di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,27 persen atau 48 poin ke posisi Rp17.846 per dolar AS.

Pada akhir pekan kemarin, nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp17.827 per dolar AS. Penguatan rupiah itu ditopang respons positif pasar terhadap pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo.

Pelemahan rupiah di awal perdagangan hari ini sudah diprakirakan para analis pasar uang. "Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini," kata Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Lukman, eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu sentimen negatif pasar. Harga minyak mentah juga kembali bergerak naik.

Berakhirnya kesepakatan gencatan senjata antara AS-Iran pada 17 Agustus 2026, menimbulkan kekhawatiran akan perang baru. AS maupun Iran menyatakan tidak akan membuka peluang negosiasi untuk memperpanjang gencatan senjata atau perdamaian.

Presiden AS Donald Trump, malah mengancam akan mengebom Oman, jika menghalangi kepentingan AS di kawasan. Perkembangan situasi tersebut membuat mendorong kenaikan harga minyak mentah lebih dari 2 persen hari ini.

Harga minyak Brent naik sekira 2,65 persen menjadi USD90,87 per barel. Sedangkan harga minyak WTI naik sekira 2,55 persen menjadi USD84,50 per barel.

Sementara itu indeks dolar AS hari ini diprakirakan bergerak di rentang 99,53-99,64 cenderung melemah. "Untuk nilai tukar rupiah, hari ini diprakirakan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17850 per dolar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....