Rupiah Stagnan di Akhir Perdagangan Hari Ini
- 13 Agt 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tetap berada di posisi Rp 17.877 per dolar AS saat penutupan perdagangan
- Sementara itu, indeks dolar AS bergerak stabil di area 99,95-99,98 setelah sempat berada di level 100
- MSCI masih menempatkan Indonesia dalam klasifikasi emerging market, mengindikasikan pandangan MSCI masih positif terhadap pasar modal Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah stagnan dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tetap berada di posisi Rp 17.877 per dolar AS saat penutupan perdagangan.
"Sebelumnya rupiah sempat melemah sebesar 7 poin. Tapi setelah itu rupiah tidak menunjukkan pergerakan naik atau turun," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sementara itu, indeks dolar AS bergerak stabil di area 99,95-99,98 setelah sempat berada di level 100. Menurut Ibrahim, pergerakan mata uang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah yang masih berlangsung, khususnya antara AS-Iran.
"AS terus mengklaim telah menguasai Selat Hormuz dan pengawasannya 100 persen di bawah AS. Sedangkan Iran menegaskan, yang memegang kewenangan atas Selat Hormuz adalah Iran dan Oman," ujar Ibrahim.
Sementara itu, inflasi AS yang melemah, membuka peluang bank sentral AS kembali mempertahankan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Pelaku pasar kini menunggu data inflasi dari Indeks Harga Produsen yang akan dirilis AS malam nanti.
Di dalam negeri, pasar mencermati hasil tinjauan lembaga penyedia indeks global MSCI untuk bulan Agustus 2026. MSCI masih menempatkan Indonesia dalam klasifikasi emerging market, mengindikasikan pandangan MSCI masih positif terhadap pasar modal Indonesia.
Pasar juga menunggu melanjutkan penunjukkan Destry Damayanti oleh Presiden Prabowo, sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia. "Ini juga menjadi sentimen positif pasar dan membuat rupiah stagnan," ucap Ibrahim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....